BPDPKS-Politeknik LPP Lahirkan Duta UKMK Sawit: Siap Kampanyekan dan Kembangkan UMKM Berbasis Sawit
Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Mustangin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran sawit sebagai penyumbang devisa negara. Ia mengajak seluruh civitas perguruan tinggi untuk berkolaborasi mendukung industri ini, salah satunya melalui pengembangan UMKM sawit
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Politeknik LPP Yogyakarta, dengan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), sukses menggelar malam Grand Final Duta UKMK Sawit Yogyakarta 2025 pada 18 Februari lalu. Acara ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Banten, menandai komitmen kuat dalam mendukung industri kelapa sawit dan pengembangan UMKM berbasis sawit di Indonesia.
Sebanyak 14 finalis, terdiri dari mahasiswa Politeknik LPP dan Instiper, berkompetisi ketat memperebutkan gelar duta. Mereka dinilai berdasarkan pengetahuan tentang sawit dan UMKM sawit, kemampuan komunikasi, penampilan, serta gagasan ide pengembangan UMKM sawit.
Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Mustangin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran sawit sebagai penyumbang devisa negara. Ia mengajak seluruh civitas perguruan tinggi untuk berkolaborasi mendukung industri ini, salah satunya melalui pengembangan UMKM sawit.
“Mahasiswa sebagai generasi Z harus menjadi motor penggerak dalam mengkampanyekan kebaikan sawit, baik melalui media sosial maupun pengembangan produk,” ujarnya.
Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, menyampaikan tiga pesan utama bagi generasi muda. Pertama, mahasiswa harus kritis terhadap kampanye hitam sawit. Kedua, mereka harus mampu menjadi advokat sawit berbasis data dan fakta. Ketiga, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan menciptakan produk-produk ekonomis dari sawit dan limbahnya.
Kepala LLDIKTI V Yogyakarta, Setyabudi Indartono, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan prestasi mahasiswa dan akreditasi perguruan tinggi. “Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) LLDIKTI V,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Yogyakarta serta Dinas Koperasi dan UKM Yogyakarta. Mereka berharap duta UKMK sawit terpilih dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berinovasi dan mengembangkan produk UMKM berbasis sawit.
Salah satu juri penilai, Desi Anggraheni, terkesan dengan kemampuan para finalis. “Mereka tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas tentang sawit dan UMKM, tetapi juga mampu tampil dengan baik dan memiliki public speaking yang mumpuni,” ungkapnya.
Para finalis pun merasakan manfaat besar dari kegiatan ini.
“Ini adalah pengalaman berharga. Saya berharap dapat berkontribusi dalam mengkampanyekan produk UMKM sawit,” ujar salah satu finalis.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan duta, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan potensi sawit bagi perekonomian Indonesia, serta mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam pengembangan industri sawit yang berkelanjutan. (*)