Boikot Kurma Israel, Seruan FUI DIY Bela Palestina Saat Ramadan
HM Syukri Fadholi mengajak seluruh peserta aksi terus bersemangat membela rakyat Palestina.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyerukan kepada seluruh umat Muslim di Yogyakarta khususnya serta di Indonesia bahkan seluruh dunia, untuk melanjutkan gerakan boikot produk-produk Israel termasuk kurma.
Seruan ini digaungkan saat berlangsung Carnaval Ramadhan di Gaza dan Kirab Akbar, Sabtu (9/3/2024), di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Diwarnai hujan dan mendung gelap menutupi langit, peserta aksi yang merupakan perwakilan dari 50-an ormas Islam di DIY tergabung dalam FUI itu tetap bersemangat. Bendera Palestina dan Indonesia berkibar-kibar mewarnai kawasan tersebut.
Karnaval yang mengusung tema sambut Ramadan tahun ini dengan peduli saudara kita di Palestina itu dibuka dengan lantunan ayat suci Al Quran dilanjutkan lagu Indonesia Raya serta orasi-orasi dari sejumlah tokoh.
Pada panggung mobil pikap bertuliskan Gaza bertahan, kita kuatkan Alloh menangkan, tampak HM Syukri Fadholi. Selaku Presidium FUI DIY, mantan Wakil Walikota Yogyakarta itu dengan lantang mengajak seluruh peserta aksi terus bersemangat membela rakyat Palestina.
ARTIKEL LAINNYA: UMKM di DIY Didorong Beri Diskon Besar
Mengenakan syal Palestina, Syukri Fadholi menyatakan keprihatinannya menjelang Ramadan Israel terus melakukan agresi dan berbuat kerusakan. Kejahatan Israel sangat bertentangan dengan tata nilai kehidupan dan hak asasi manusia.
“Sampai lima bulan kejahatan Isarel sudah mengakibatkan 31 ribu rakyat Palestina meninggal. Kejahatan Israel sudah melampaui batas,” tegasnya.
Selain memberikan apresiasi kepada petugas keamanan yang menjaga aksi pagi itu, Syukri Fadholi juga memberikan apresiasi atas kesungguhan warga DIY membela Palestina.
Air hujan yang membasahi pakaian dan kerudung, lanjut dia, kelak akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT. “Semoga apa yang kita lakukan hari ini diridai oleh Allah SWT,” ucapnya.
Orasi juga disampaikan oleh Ustad Salim A Fillah maupun perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.
ARTIKEL LAINNYA: Padat Karya Serap 4.576 Tenaga Kerja
Dalam pernyataan sikapnya, FUI DIY secara tegas menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, gencatan senjata pada saat Ramadan. Kedua, boikot produk Israel termasuk kurma.
Harapannya kaum muslimin tidak membeli produk-produk Israel. Sebagai gantinya melarisi produk-produk UMKM.
Ketiga, buka gerbang Rafah di perbatasan Mesir dan Palestina agar bantuan kemanusiaan bisa masuk Gaza.
Salah seorang koordinator aksi, Muhammad Akhid Subiyanto, saat ditanya wartawan menyatakan inilah salah satu cara untuk ikut merasakan keadaan yang terjadi di Gaza.
Seluruh dunia mengutuk kejahatan Israel atas Palestina. Tak hanya kelaparan akibat blokade bantuan makanan, kekejaman zionis juga mengakibatkan 133 wartawan meninggal dunia di Gaza.
“Yang bisa kita laksanakan ketika kita jauh dari sana adalah mendoakan dan lewat donasi. Itu yang menjadi dasar aksi hari ini,” ungkapnya. (*)