Biaya Persalinan Bayi Kembar Tiga di Kebumen Rp 200 Juta Ditanggung JKN
Pada usia kehamilan keempat perutnya sudah sangat besar melebihi ukuran ibu hamil pada umumnya.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Bayi kembar tiga (triplet) lahir dengan cara sectio cesaro di Rumah Sakit dr Soedirman (RSDS) Kebumen. Biaya persalinan dan perawatan tiga bayi dan ibunya itu mencapai Rp 200 juta lebih. Biaya sebesar itu ditanggung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Keluarga Paryudi, orang tua bayi itu, merasa bersyukur seluruh biaya persalinan dan perawatan ditanggung program JKN. Air mata Tri Susanti (36), ibu bayi mengalir saat menceritakan kembali kisah perjuangannya melahirkan tiga buah hati tercintanya.
Bagi Tri, kehamilannya merupakan anugerah besar namun juga tantangan hidup yang luar biasa. Tri menceritakan baru mengetahui kehamilannya triplet saat usia kandungannya memasuki bulan keempat.
Hamil triplet adalah suatu kondisi saat wanita mengandung tiga janin dalam satu kehamilan. Pada periode awal kehamilan dia sempat memeriksakan dirinya di Puskesmas Kebumen 3. Bidan yang memeriksa tidak mengatakan apapun perihal kondisi kandungannya.
Warga Kebumen pasangan suami istri dari bayi kembar tiga. (istimewa)
Sebagai seorang ibu yang pernah hamil sebelumnya, dia merasa ada yang tidak normal. Perutnya selalu merasa kencang. Pada usia kehamilan keempat perutnya sudah sangat besar melebihi ukuran ibu hamil pada umumnya.
“Setiap jalan sedikit saja itu terasa begitu melelahkan. Berjalan ke dapur atau ke kamar mandi pun seperti mendaki gunung, terasa sesak," kata Tri, Rabu (23/7/2025).
Akhirnya Tri dan suaminya memutuskan periksa ke dokter spesialis kandungan, dr Nurdianasari Dewi SpOG. Setelah diperiksa, dokter mengatakan dia mengalami kehamilan triplet.
Mendengar itu, Tri dan suaminya merasa terkejut dan shock. Bukan tidak mau menerima kehamilan triplet namun mereka merasa lebih khawatir dengan kondisi Tri dan ketiga bayinya. Kehamilan triplet memiliki risiko lebih tinggi dibanding kehamilan tunggal atau kehamilan kembar dua.
Merasa khawatir
“Saking shock-nya, kami belum mau memberitahu keluarga bahkan orang tua perihal kondisi kehamilanku ini. Saya tidak mau keluarga merasa khawatir,” ujar Tri.
Bayang-bayang terkait biaya persalinan dan perawatan kehamilan triplet pun selalu menghantui dirinya dan suaminya setiap hari-hari. Diketahui, kehamilan triplet membutuhkan pemantauan dan penanganan medis yang intensif yang membutuhkan biaya tinggi. Padahal, sang suami hanya bekerja sebagai buruh harian dan dia tidak bekerja.
“Memang namanya mendapatkan anak itu rezeki yang luar biasa dari Tuhan. Saya dan suami, bersama-sama saling menguatkan satu sama lain,” kata Tri sembari mengusap lembut ketiga buah hatinya.
Saat kehamilannya memasuki usia tujuh bulan, kondisi fisiknya semakin menurun. Dia merasa nafasnya mulai tersengal-sengal. Setibanya di RSDS Kebumen, 24 Mei 2025 Kebumen, dia menjalani operasi sectio cesaro.
Begitu dramatis
Tidak pernah terbayangkan kelahiran anak-anak mereka menjadi begitu dramatis. Ketiganya lahir dalam kondisi prematur. Berat badan mereka masing-masing hanya 13 ons, 11 ons dan 8 ons. Persalinan ketiga bayi kembar ditangani dr Nurdianasari.
“Tangisan pertama dari bayi-bayi, kami sambut dengan penuh haru dan cemas. Haru karena mereka lahir dengan selamat, dan cemas karena mereka harus langsung dirawat intensif di ruang NICU,” katanya.
Tri mengatakan selama 25 hari, bayi-bayi kecilnya berjuang di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit), ditemani alat bantu pernafasan, infus dan pemantauan medis 24 jam.
Setelah itu, mereka menjalani perawatan lanjutan selama 30 hari di ruang perawatan bayi. Total selama 53 hari mereka dirawat di rumah sakit. Sementara dirinya harus menjalani perawatan selama seminggu pascaoperasi.
Berat naik
“Alhamdulillah, sekarang bayi kami menunjukkan perkembangan luar biasa. Berat mereka naik pesat. Yang semula hanya 13, 11 dan 8 ons, kini masing-masing sudah mencapai 2 kg, 1,7 kg dan 1 kg. Mereka masih harus rutin kontrol ke rumah sakit untuk pemeriksaan penglihatan, pendengaran hingga kondisi paru-parunya,” ungkapnya.
Menurut Tri, di tengah perjuangan panjang itu salah satu hal yang sangat disyukuri adalah terdaftar sebagai Peserta Program JKN. Dia dan suaminya telah terdaftar sebagai Peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Dengan menjadi peserta JKN, seluruh biaya persalinan dan perawatan bayi-bayinya yang jumlahnya lebih dari Rp 200 juta dijamin penuh JKN.
Menurutnya, mustahil keluarganya mampu menanggung biaya pengobatan yang begitu besar tanpa bantuan JKN.
“Saya tidak tahu harus bagaimana kalau tidak ada BPJS Kesehatan. Kami hanya keluarga sederhana. Tapi berkat JKN, semua biaya operasi, perawatan bayi, NICU, sampai obat-obatan dijamin. Kami hanya bisa bersyukur dan terus mendoakan agar program ini terus ada dan membantu masyarakat kecil seperti kami,” ujar Tri.
Semakin kuat
Tri mengungkapkan pengalamannya menggunakan JKN di RS Dr Soedirman Kebumen. Dirinya merasa sangat dihargai sebagai pasien. Tidak ada diskriminasi pelayanan yang dirasakan sebagai peserta JKN dengan pasien umum.
Pelayanan prima yang diberikan oleh para tenaga medis, menjadikan dirinya dan suaminya semakin kuat dalam perjuangan menghadapi persalinan triplet.
“Seluruh pelayanan yang saya dapatkan di RS Dr Soedirman Kebumen sangatlah baik. Dari dokter, perawat dan seluruh petugas di rumah sakit memberikan pelayanan dengan ramah dan optimal. Dukungan mereka terasa begitu nyata,” ujar Tri.
Informasi dari RSDS Kebumen, bayi kembar tiga diberi nama Rizka Zahira Ristiana, Talita Saskia R, Desa Safira. (*)
Nanang W Hartono
