BI Perwakilan Solo Gelar Edukasi CBP Rupiah di Klaten

Rupiah adalah simbol kedaulatan negara yang harus dirawat agar tidak cepat rusak.

BI Perwakilan Solo Gelar Edukasi CBP Rupiah di Klaten
Penyerahan cenderamata dari Deputi Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Solo Pramudya Wicaksana (dua kanan) kepada Kepala DKUKMP Klaten Anang Widjadmoko (kiri). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Bank Indonesia Perwakilan Solo dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten menggelar kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (13/4/2026).

Hadir dalam acara tersebut Deputi Pimpinan BI Perwakilan Solo Pramudya Wicaksana beserta jajaran dan Kepala DKUKMP Klaten Anang Widjadmoko beserta jajaran. Peserta merupakan perwakilan PKL, UMKM, koperasi, pengurus Tim PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Klaten.

Kepala DKUKMP Anang Widjadmoko menyampaikan pada masa sulit UKM adalah tangga yang luar biasa. Pedagang kecil ini ibarat lilin-lilin yang kalau banyak jumlahnya bisa berfungsi menerangi.

"Termasuk nyuwun sewu secara ekonomi Panjenengan kecil tapi dikumpulkan menjadi banyak bisa menjadi ekses dan memberikan kekuatan. Itu terbukti saat Covid-19 yang jaya UMKM," katanya.

Ditambahkan, yang melatarbelakangi kegiatan ini dilaksanakan yakni ditemukannya uang palsu di wilayah Prambanan beberapa waktu lalu.

Menurut Anang, melalui kegiatan ini peserta mampu mendalami semangat cinta paham dan bangga akan rupiah. “Sebab rupiah adalah simbol kedaulatan negara kita yang harus dirawat agar tidak cepat rusak dan bagiamana cara mengenali keasliannya agar terhindar dari peredaran yang palsu,” katanya.

Sementara itu, Pramudya Wicaksana mengatakan ada tiga topik yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Pertama, cinta, bangga paham rupiah. Pada topik pertama, peserta dikenalkan bagaimana mencintai rupiah dengan cara memperlakukan uang rupiah.

Yaitu, bangga rupiah. “Bagaimana kita bangga bertransaksi menggunakan rupiah dan paham rupiah bagaimana kita tahu manfaat rupiah seoptimal dan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Topik kedua meliputi edukasi tentang sistem pembayaran digital dan topik ketiga perlindungan konsumen. "Tadi Pak Anang sudah menyampaikan Bapak Ibu akan diajari bagaimana mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah. Tujuannya agar Bapak Ibu nanti tahu menerima uang rupiah itu asli atau palsu. Jangan sampai UMKM ini sudah capek-capek jualan tapi dapatnya uang palsu," ujar Pramudya.

Kegiatan dilanjutkan penyampaian materi oleh narasumber dari petugas Bank Indonesia Perwakilan Solo dan tanya jawab. (*)