Rabu, 26 Jan 2022,


berdamai-dengan-masa-lalu-ridwan-kamil-pamerkan-lukisan-di-jnmGubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat membuka pameran lukisan dan produk UMKM di Jogja National Museum. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Berdamai dengan Masa Lalu, Ridwan Kamil Pamerkan Lukisan di JNM

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memamerkan karya-karya lukisnya di Jogja National Museum, Yogyakarta. Selain menggelar puluhan karya berbagai ukuran lukisan, Kang Emil (Sapaan akrab Ridwan Kamil-red) juga memajang karya-karya UMKM dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Jawa Barat.

"Dalam melukis ada banyak yang bisa menginspirasi, ada yang datang pada saat saya lagi happy banget ada juga yang datang pas Saya stres banget. Jadi banyak terekspresikan di dalam sebuah karya," kata Ridwan Kamil usai membuka pameran Jabar Motekar di Jogja National Museum, Rabu (1/12/2021) petang.

"Saya bukan pelukis, secara formal pendidikan saya arsitek. Jadi lebih banyak geometri gedung dan sebagainya. Tapi saya menemukan sesuatu selama pandemi, bahwa musuh kita sebenarnya adalah diri kita sendiri. Sempat menjadi pertanyaan dalam diri, bisa nggak saya melukis? Ya bisa aja kan, maka saya belajar dari YouTube," lanjutnya.

Emil memang seorang arsitek yang ternama, sebelum menjabat kepala daerah karya-karya arsiteknya terkenal di seantero Indonesia, terutama di Bandung. Belasan penghargaan karya arsitektur bertaraf Internasional pernah Ia raih baik secara individu maupun bersama Urbane (Perusahaan arsitek yang Ia dirikan bersama sahabatnya sejak 2004)

Suka cita kedatangannya di Yogyakarta juga disampaikan Emil kepada Putri Bungsu Keraton Yogyakarta. Dia bercerita hampir satu setengah tahun, setiap hari rapat dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X mengurus Covid-19.

"Hari ini saat Covid surut bisa melakukan hal produktif seperti ini, itu merupakan kebahagiaan lahir batin yang luar biasa," terangnya.

Kreativitas itu perlu interaksi. Saling lihat dan saling rekam, saling terinspirasi. Sehingga lahirlah hal-hal baru dari interaksi tersebut.

"Coba jika kita tidak berinteraksi, Bisa jadi kita merasa paling keren atau paling bagus. Padahal ternyata di tempat lain ada Seniman yang lebih keren. itulah pentingnya interaksi. Karena itu kami tunggu rombongan seni dan kebudayaan dari Daerah Istimewa Yogyakarta datang ke Bandung," lanjutnya.

"Bersyukur saat ini kita sudah bisa berdamai dengan masa lalu. Tentunya kita berharap bahwa hubungan dua wilayah ini juga dieratkan secara historis sosiologis. Antara budaya Jawa dan budaya Sunda dengan hadirnya Jalan Pajajaran dan Jalan Siliwangi di Jogja dan jalan Hayam Wuruk, Majapahit dan lain sebagainya di wilayah Jawa Barat," kata Emil.

"Gubernur tidak hanya mengurusi tanda tangan dan urusan politik, di balik itu saya juga manusia yang punya ekspresi punya rasa dan sebagainya," lanjutnya.

Emil melanjutkan, di masa depan para pemimpin pemimpin itu juga diharapkan sangat dekat dengan ekonomi kreatif karena ekonomi kreatif itu ekonomi gagasan.

"Pemimpin yang sering travelling, sering berinteraksi membaca trend zaman Insyaallah itu relevan. Sehingga diharapkan lahir pemimpin-pemimpin yang lahir dari Yogyakarta untuk merespon masa depan baru," tandasnya.(*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini