Banjir dan Longsor di Kebumen Terjadi di 14 Desa

Humas BPBD Kebumen Heri Purwito mengatakan banjir terjadi karena luapan air sungai dan tanggul sungai jebol.

Banjir dan Longsor di Kebumen Terjadi di 14 Desa
Banjir di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Kemit.(istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Hujan dengan intensitas tinggi di sebagian besar wilayah Kabupaten Kebumen, Jumat (28/3/2025) malam, mengakibatkan banjir dan longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen merilis banjir terjadi di sebelas desa dan kelurahan sedangkan longsor terjadi di tiga desa.

"Banjir terjadi karena luapan air sungai dan tanggul sungai jebol," kata Heri Purwito, Humas BPBD Kebumen, Jumat (28/3/2025) malam.

Di Kecamatan Kebumen genangan air hingga setinggi 30 cm terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Kusuma dan Jalan Suprapto.

Saluran drainase

Disebutkan, banjir di seputaran Pasar Tumenggungan disebabkan saluran drainase tidak mampu mengalirkan air hujan dengan lancar.

Adapun banjir yang disebabkan tanggul sungai jebol terjadi di Desa Panjatan (Karanganyar), Desa Arjosari (Adimulyo).

Sedangkan banjir yang disebabkan luapan air sungai terjadi di Desa Plarangan, Candi dan Karangkemiri (Karanganyar), Karangjambu, Tanggerang, Kejawang (Sruweng), Seliling (Alian), Merden (Padureso), Pringtutul (Rowokele).

Bencana longsor terjadi di Kedungjati (Sempor) dan Grenggeng (Karanganyar).

Dapur umum

Heri Purwoto menambahkan, evakuasi penduduk di daerah banjir yang disebabkan tanggul sudah berjalan. Mereka ditempatkan di tempat yang lebih aman.

"Dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan sahur korban banjir beroperasi," kata Heri Purwoto. Tidak ada laporan korban jiwa. (*)