BAIQMARKET Buka "Flagship Store" Baru di Yogyakarta, Harga Ramah Mahasiswa Fokus Fashion Wanita "Full Color"
BAIQMARKET membuka flagship store baru di Yogyakarta dengan konsep modern dan harga ramah mahasiswa
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–Brand fashion retail nasional BAIQMARKET resmi membuka kembali flagship store terbarunya di Yogyakarta melalui event bertajuk “Escape to the New Journey of BAIQMARKET”, Sabtu (14/02/2026). Momentum yang bertepatan dengan Hari Valentine dan perayaan Imlek ini menjadi simbol transformasi bisnis menuju fase pertumbuhan yang lebih matang dan ekspansif.
Sebagai merek yang lahir dari Yogyakarta, BAIQMARKET kini telah berkembang menjadi jaringan ritel nasional dengan kehadiran di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar.
Founder BAIQMARKET, Baiq Ayesha, menyebut reopening ini sebagai bagian dari evolusi brand sekaligus komitmen menghadirkan pengalaman belanja yang lebih modern dan nyaman.
“Reopening ini merupakan representasi perjalanan dan evolusi BAIQMARKET. Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan sekaligus terus tumbuh bersama masyarakat dan industri fashion Indonesia,” ujarnya.
Fashion Wanita Ceria dengan Harga Terjangkau
General Manager BAIQMARKET, Ade Bamona, menjelaskan bahwa store di Yogyakarta difokuskan hampir 100 persen untuk fashion wanita dengan karakter warna cerah dan penuh energi.
“Konsepnya ceria, penuh warna seperti ungu, biru, pink, dan kuning. Ini menjadi identitas BAIQMARKET untuk perempuan Indonesia,” katanya.
Koleksi warna warni BAIWMARKET. (warjono/koranbernas.id)
Produk yang ditawarkan menyasar segmen pelajar dan mahasiswa, sejalan dengan karakter Yogyakarta sebagai kota pendidikan. Harga pakaian dibanderol mulai Rp50.000 hingga maksimal sekitar Rp300.000, sementara aksesori seperti phone strap dijual mulai Rp25.000 hingga Rp200.000.
“Kami sesuaikan dengan profil konsumen di Jogja. Ini harga mahasiswa,” tambahnya.
Selain pakaian, BAIQMARKET juga menonjolkan aksesori sebagai strong item, termasuk phone strap handmade yang menjadi favorit pelanggan.
Strategi Hadapi Era Digital
Di tengah persaingan e-commerce, BAIQMARKET tidak melihat penjualan online sebagai ancaman. Saat ini, kontribusi penjualan online mencapai sekitar 20 persen dari total omzet dan terus dikembangkan.
“Kami melihat online sebagai opportunity, bukan ancaman. Ini sedang kami dalami agar tumbuh lebih besar,” ujar Ade.
Untuk 2026, BAIQMARKET menyiapkan ekspansi agresif, termasuk pembukaan toko besar di kawasan Blok M Jakarta seluas lebih dari 1.100 meter persegi serta pengembangan di wilayah Jakarta Utara dan Timur. (*)
Redaktur
