Aset Tembus Rp7,33 Triliun, Kospin Jasa Tuai Apresiasi Menteri Koperasi di RAT 2025

Kospin Jasa mencatat aset Rp7,33 triliun di RAT 2025 dan mendapat apresiasi Menteri Koperasi

Aset Tembus Rp7,33 Triliun, Kospin Jasa Tuai Apresiasi Menteri Koperasi di RAT 2025
Mentero Koperasi Ferry Juliantono. (warjono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Kinerja impresif Kospin Jasa kembali mendapat pengakuan nasional. Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025 yang digelar secara hybrid. Dengan total aset menembus Rp7,33 triliun, Kospin Jasa dinilai sebagai salah satu koperasi terbaik dan kebanggaan Indonesia di tengah tekanan ekonomi global.

RAT tahun ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum penguatan peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat yang tangguh, modern, dan adaptif.

Sepanjang 2025, Kospin Jasa mencatatkan pertumbuhan yang melampaui target. Total aset yang ditetapkan sebesar Rp7,31 triliun berhasil direalisasikan hingga Rp7,33 triliun atau naik sekitar 34 persen dari target awal.

Dari sisi intermediasi, target simpanan dan pembiayaan sebesar Rp4,74 triliun juga terlampaui dengan realisasi mencapai Rp5,6 triliun.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa Kospin Jasa menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Ferry Juliantono.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tata kelola yang sehat, profesional, serta kemampuan manajemen dalam beradaptasi terhadap dinamika ekonomi nasional maupun global.

Optimisme 2026 dan Lompatan Koperasi Desa

Dalam kesempatan yang sama, Menteri menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Pemerintah menargetkan penguatan koperasi sebagai salah satu motor pemulihan dan pertumbuhan, terutama melalui program koperasi desa dan kelurahan.

Saat ini, lebih dari 83.000 badan hukum koperasi desa telah terbentuk secara nasional. Sebanyak 30.000 di antaranya tengah memasuki tahap pembangunan sarana dan prasarana, dengan target operasional mulai April mendatang.

Setiap koperasi desa akan dilengkapi berbagai unit usaha strategis, seperti ritel modern dengan barang kebutuhan pokok, layanan kesehatan dan klinik desa, unit simpan pinjam atau keuangan mikro, gudang dan armada logistic.

Jika dikelola secara profesional, program ini diproyeksikan melahirkan 30.000 pusat ekonomi baru di tingkat desa.

“Penguatan koperasi desa bukan sekadar program ekonomi, tetapi strategi besar membangun Indonesia dari desa,” tegas Ferry.

Pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk listrik dan internet di wilayah terpencil, serta digitalisasi sistem manajemen koperasi agar lebih transparan dan terintegrasi secara nasional.

Jadi Bekal Perkuat 2026

Ketua Kospin Jasa, H.M. Andy Arslan Djunaid, mengakui bahwa 2025 diwarnai perlambatan ekonomi hingga semester ketiga. Meski demikian, koperasi tetap mampu mencatatkan keuntungan.

“Alhamdulillah Kospin Jasa masih mencatatkan keuntungan. Insyaallah pada 2026 kita akan bekerja lebih keras agar target anggota dapat tercapai lebih baik,” ujarnya.

RAT tahun ini diikuti ratusan ribu anggota melalui sistem hybrid yang memungkinkan partisipasi dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, DIY, hingga Jawa Barat.

Dorong Regulasi Baru dan Program Nasional

Kospin Jasa juga aktif mendorong pembaruan Undang-Undang Perkoperasian yang dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan digital sektor keuangan. Regulasi baru diharapkan memberi ruang yang lebih setara bagi koperasi dalam kompetisi industri keuangan.

Selain itu, koperasi ini turut mendukung program strategis pemerintah, antara lain pembiayaan pembangunan 125 dapur pesantren di Jawa Tengah dan penguatan program Koperasi Merah Putih untuk ekonomi desa.

Sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Koperasi, RAT tahun ini juga menandai pemisahan (spin-off) unit konvensional dan syariah. Kospin Jasa Konvensional kini berusia 52 tahun, sementara unit syariah memasuki tahun ketiga sebagai entitas mandiri.

Manajemen menegaskan komitmen untuk memperkuat kedua unit agar tumbuh seimbang dan berkelanjutan.

Dengan pertumbuhan aset yang konsisten, tata kelola profesional, serta dukungan terhadap program pemerintah dan digitalisasi, Kospin Jasa menatap 2026 dengan optimisme.

Forum RAT 2025 menegaskan kembali bahwa koperasi bukan sekadar lembaga keuangan alternatif, melainkan pilar utama ekonomi rakyat yang mampu bertahan, tumbuh, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. (*)