Asal Stok Cukup, Vaksinasi Anak Selesai Dua Bulan

Asal Stok Cukup, Vaksinasi Anak Selesai Dua Bulan

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengaku optimistis bisa menyelsaikan program vaksinasi anak usia 6-11 tahun dalam rentang dua bulan. Syaratnya, stok vaksin dari pemerintah pusat mencukupi dan lancar terdistribusi ke daerah.

Sejauh ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, mengaku sudah siap sepenuhnya untuk melakukan program vaksinasi anak. Menyangkut data anak yang akan disasar maupun SDM vaksinator, juga sudah siap 100 persen.

“Untuk Vaksin Sinovac, sementara kita stop dulu untuk diinjeksikan ke masyarakat umum. Stok Sinovac kita siapkan untuk anak-anak usia 6 hingga 11 tahun. Kami berharap suplai vaksin Sinovac dari pemerintah pusat bisa lancar sehingga program vaksinasi untuk anak bisa diselesaikan dengan segera,” kata Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama, kemarin.

Skenario pelaksanaan vaksinasi anak, kata Cahya, nantinya bisa dilaksanakan secara reguler atau melalui kunjungan ke sekolah-sekolah guna menggelar vaksinasi massal. “Kalau stok mencukupi dengan jumlah sasaran 87.731 siswa, saya kira hanya butuh waktu dua bulan selesai,” katanya.

Cahya menngatakan, guna mendukung vaksinasi anak ini, Pemkab Sleman masih memiliki tenaga kerja kontrak yang sejak lama diperbantukan untuk program vaksinasi Covid-19. Selain itu, dinas juga akan mengoptimalkan layanan vaksinasi reguler melalui puskesmas yang ada di di tiap wilayah.

Selain masalah SDM, stok vaksin jenis Sinovac di Sleman juga masih banyak dan dinilai mencukupi untuk kegiatan vaksinasi reguler di tiap faskes puskesmas hingga akhir Desember. Dinkes masih menunggu kuota vaksin Sinovac untuk kegiatan vaksinasi massal tahun depan.

“Stok vaksin Sinovac kami saat ini masih 40.000 dosis. Kami masih menunggu tambahan stok untuk kegiatan vaksinasi massal tahun depan,” katanya.

Meski begitu, lanjut Cahya, kegiatan vaksinasi massal ini tergantung dengan ketersediaan stok vaksin dari pusat. Baik vaksin dosis pertama maupun dosis kedua harus dipastikan ada karena interval vaksinasi jenis Sinovac minimal 28 hari.

“Untuk tahapan pemberian vaksinasi anak ini tidak jauh berbeda dengan dewasa. Sebelum diberi vaksinasi, dilakukan skrining dulu, tensi juga diperiksa. Hanya saja orang tua harus memberikan izin, kalau tidak dapat izin orang tua ya tidak bisa diberi vaksin,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana mengatakan siswa yang diberi vaksinasi Covid-19 harus mendapatkan pendampingan dari orang tua sebagai bentuk persetujuan. Selain itu, Ery juga meminta guru atau tenaga pengajar untuk mendampingi anak yang akan divaksinasi. Terkait kegiatan vaksinasi anak itu, Ery mengaku sudah mensosialisasikan kepada sekolah, guru dan masyarakat secara luring dan daring. Hal ini dilakukan agar capaian vaksinasi dapat optimal dan anak-anak tidak takut disuntik.

Segera Vaksini

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta masyarakat yang belum divaksin untuk segera melakukan vaksinasi di fasilitas terdekat. Pemerintah mendorong vaksinasi sebagai salah satu upaya utama dalam mencegah penyebaran varian Omicron.

Menurutnya, sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama yang sudah divaksin.

“Kunci pencegahan penyebarannya adalah segera divaksin, menaati protokol kesehatan, tetap waspada dan tidak panik. Untuk itu, semua warga yang belum divaksin agar segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin,” ujar Johnny, Sabtu (18/12/2021).

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengumumkan satu kasus konfirmasi Covid-19 varian Omicron telah terdeteksi di wilayah Indonesia. Kasus pertama ini terdeteksi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

“Munculnya kasus ini ini tidak terelakkan karena salah satu karakter varian Omicron adalah penularannya yang sangat cepat. Waspada penting, tapi jangan panik,” kata Johnny.

Menkominfo menegaskan, hal yang harus dilakukan dilakukan saat ini adalah berupaya sekuat tenaga agar varian Omicron tidak meluas dan menghindari terjadinya penularan lokal. Seluruh elemen masyarakat diminta agar menjaga situasi Indonesia tetap baik dan mempertahankan tingkat penularan rendah.

Johnny meminta pemerintah daerah untuk menggencarkan penelusuran dan pengetesan kontak erat guna mendeteksi kasus konfirmasi secara lebih dini.

“Pejabat negara dan seluruh warga diharapkan dapat membatasi mobilitas dengan tidak melakukan perjalanan utamanya ke luar negeri untuk sementara waktu sampai situasi pandemi mereda,”ujar Menkominfo. (*)