Aroma Sedap Menu MBG dari Kantor Dikpora Kulonprogo

Menu bergizi itu dengan biaya maksimal Rp 10 ribu per sajian sesuai standar Program MBG.

Aroma Sedap Menu MBG dari Kantor Dikpora Kulonprogo
Dewan juri melakukan penilaian peserta lomba masak MBG di Kantor Dikpora Wates Kulonprogo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Halaman depan kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Unit I Wates Kulonprogo dipenuhi aroma sedap masakan, Jumat (29/8/2025) silam. Hari itu, Dinas Dikpora menggelar Lomba Masak Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI.

Sejumlah delapan tim dari berbagai unit kerja bersaing memberikan sajian yang terbaik. Kegiatan yang berlangsung dua jam ini bukan sekadar ajang kompetisi kuliner, melainkan wujud nyata komitmen mendukung program strategis nasional untuk generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.

Tim SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) akhirnya berhasil merebut juara pertama dengan skor tertinggi 7,97, mengungguli Tim Pengawas SMP yang meraih posisi kedua dengan skor 7,80. Sedangkan Tim Sekretariat pada posisi ketiga dengan skor 7,78.

Ini membanggakan sekaligus menunjukkan pegawai Dinas Dikpora Kulonprogo tidak hanya kompeten dalam bidang pendidikan tetapi juga mampu mengkreasikan menu bergizi itu dengan biaya maksimal Rp 10 ribu per sajian sesuai standar Program MBG.

Enam aspek

Selaku juri, pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulonprogo, Sri Warningsih didampingi Gunarti, menyatakan pentingnya membekali pegawai Dinas Dikpora terutama para pengawas untuk mampu menilai jumlah kalori dan keseimbangan gizi karbohidrat, protein serta vitamin dalam hidangan MBG.

Juri memberikan penilaian obyektif berdasarkan enam aspek utama yang mencakup kesesuaian dengan program MBG meliputi efisiensi biaya, rasa dan cita rasa, penyajian dan presentasi, kreativitas dan inovasi serta kebersihan dan sanitasi.

Dimulai pukul 08:00, delapan tim berlomba mengolah bahan mentah menjadi sajian lezat dan bergizi. Setiap tim terdiri empat orang pegawai harus menyiapkan lima sajian identik dalam waktu maksimal 1,5 jam, dengan ketentuan ketat bahwa seluruh proses pengolahan harus dilakukan di tempat tanpa membawa makanan matang dari rumah.

Atmosfer kompetitif namun penuh kekeluargaan tercipta ketika para peserta saling berbagi tips dan trik memasak di sela-sela perlombaan.

Variasi menu

Tim Bidang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) menempati posisi keempat dengan skor 7,08, diikuti Tim Pengawas SD di posisi kelima (7,68), Tim Pengawas TK PAUD di urutan keenam (7,45), dan Tim Bidang PORA (Pemuda dan Olahraga) di posisi ketujuh (7,37).

Keseruan lomba semakin terasa ketika para juri melakukan degustasi dengan cermat, menilai setiap aspek dari aroma, tekstur, hingga keseimbangan rasa. Kreativitas tim-tim peserta terpancar melalui variasi menu yang disajikan, mulai dari nasi gudeg mini, gado-gado sehat, hingga sajian tradisional dengan sentuhan modern yang tetap memenuhi standar gizi seimbang. Inovasi penyajian dan efisiensi biaya menjadi kunci sukses para pemenang meraih skor tinggi di mata juri.

Sekretaris Dinas Dikpora Kulonprogo Nur Hadiyanto menyampaikan lomba ini bukan hanya mengasah kreativitas pegawai dalam bidang kuliner, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi agen sosialisasi Program MBG di lingkungan kerja masing-masing. "Para pengawas sekolah nantinya akan lebih memahami standar menu bergizi yang seharusnya disajikan di sekolah-sekolah binaan mereka," ungkapnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, lomba masak menu MBG berhasil mempererat silaturahmi antar-unit kerja dan menanamkan pemahaman mendalam tentang pentingnya gizi seimbang guna mendukung program strategis pemerintah menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. (*)