Afnan Hadikusumo Bicara Peran Strategis Angkatan Muda Muhammadiyah dalam Politik

Kita bisa memilih pejabat yang jujur, bisa pula mewarnai kebijakan-kebijakan yang lebih adil.

Afnan Hadikusumo Bicara Peran Strategis Angkatan Muda Muhammadiyah dalam Politik
Anggota MPR RI M Afnan Hadikusumo saat mengisi acara Sosialisasi Empat Pilar kerja sama MPR RI dengan Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Senin (22/7/2024), di Aula Kantor DPD RI Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Anggota MPR RI M Afnan Hadikusumo menyatakan, dulu orang beranggapan bahwa politik itu kotor, penuh intrik dan muslihat.

“Akan tetapi yang perlu kita ketahui bahwa pada era demokrasi, produk politik akan membawa implikasi sosial, ekonomi, budaya maupun hukum,” ujarnya pada acara Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan Kerjasama MPR RI dengan Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Senin (22/7/2024), di Aula Kantor DPD RI Yogyakarta.

Menurut cucu Pahlawan Nasional Ki Bagus Hadikoesoemo ini, pada era demokrasi semestinya lembaga politik berfungsi menjaga ketertiban di dalam masyarakat dengan kewenangan yang dimilikinya, baik itu menggunakan cara persuasif maupun menggunakan cara paksaan fisik.

“Lembaga politik berfungsi merencanakan dan melaksanakan pelayanan-pelayanan pokok sosial, serta memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Pendistribusian kebutuhan pokok tersebut juga menjadi tugas dari lembaga politik,” ungkapnya.

Bicara tentang politik, lanjut Afnan, pandangan orang selalu mengaitkannya dengan perilaku korup, sikut-sikutan, saling fitnah, saling bully, saling menjatuhkan, caci maki atau dikaitkan dengan lembaga kepertaian. “Padahal sesungguhnya politik tidak selalu mengarah ke sana,” kata dia.

Afnan Hadikusumo bersama peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. (istimewa)

Afnan yang diusung oleh Muhammadiyah ke Pilkada Kota Yogyakarta 2024 itu menambahkan, di dalam politik ada peran yang sesungguhnya sangat strategis yang bisa dilakukan oleh para kader Angkatan Muda Muhammadiyah, yakni mengisi lembaga politik itu dengan tata nilai dan moralitas.

“Kita bisa memilih pejabat yang jujur, bisa pula mewarnai kebijakan-kebijakan yang lebih adil, UU yang lebih prorakyat ataupun mengawal program yang pro pada masyarakat jika masuk di dalamnya,” kata Afnan.

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta Drs Achid Widi Rahmanto di tempat yang sama menyampaikan, identitas nasional bangsa Indonesia tercipta dari berbagai nilai-nilai kultural suku bangsa yang ada di setiap daerah.

Nilai-nilai kultural tersebut kemudian dihimpun menjadi satu kesatuan yang akhirnya membentuk identitas nasional bangsa Indonesia. “Bagi bangsa Indonesia, identitas nasional merupakan hal yang sangat penting karena telah memiliki dasar yang sangat kuat, berupa pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Meski demikian, identitas nasional bangsa Indonesia tidak bisa serta merta begitu saja dibiarkan di tengah pengaruh dan dinamika perubahan arah zaman.

Identitas nasional

Menurut Achid, perjuangan Angkatan Muda Muhammadiyah dalam memperkokoh identitas nasional Indonesia khususnya pada angkatan muda meliputi tiga sudut pandang. Yaitu, perjuangan atas representasi politik, memperkokoh nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia dan perjuangan atas pelaksanaan demokrasi secara bersinergi.

Perjuangan atas representasi politik atau keterwakilan politik. Keterwakilan politik diartikan sebagai terwakilinya kepentingan masyarakat atau kelompok masyarakat oleh wakil-wakilnya yang duduk di lembaga eksekutif atau legislatif. “Dalam hal ini peran Angkatan Muda Muhammadiyah dalam politik nasional tidak terlepas dari keberadaan induk organisasi Angkatan Muda Muhammadiyah itu sendiri yakni Muhammadiyah,” jelasnya.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Yogyakarta Tegar Yudha dalam kesempatan itu mengatakan, kemajemukan budaya di wilayah Kota Yogyakarta telah menjadi realita yang mewarnai kehidupan.

Keragaman budaya telah tersapu oleh semakin mudahnya mobilisasi baik informasi maupun manusia di era globalisasi. “Inilah tantangan bagi para pemuda terutama Angkatan Muda Muhammadiyah dalam mempertahankan maupun memperkokoh nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia melalui ragam kegiatan kepemudaan yang dapat diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia,” kata dia. (*)