Senin, 02 Agu 2021,


ada-suasana-haru-di-ngayogjazz-2019Mahfud MD saat membuka perhelatan Ngayogjazz 2019. (istimewa)


ronnee
Ada Suasana Haru di Ngayogjazz 2019

SHARE

KORANBERNAS.ID – Suasana haru tiba-tiba menyergap panggung Gendheng (genting, red) saat Mankopolhukam, Mahfud MD, bercerita tentang almarhum Djaduk Ferianto. Butet Kartaredjasa, kakak kadung Djaduk, beberapa kali membetulkan kacamatanya. Tak ada sepatah guyonan pun keluar dari mulut Butet seperti biasanya. Sementara Bernadette Ratna Ika Sari (Petra), isteri almarhum Djaduk, terlihat lebih tegar.


Usai membuka Ngayogjazz 2019 dengan menabuh kentongan, Mahfud MD menyatakan bahwa Ngayogjazz adalah salah satu dari sekian banyak warisan kebudayaan peninggalan Djaduk yang harus terus dilanjutkan.

"Setiap orang punya takdir tentang kematian. Kita semua hanya menunggu. Ibarat naik kereta, keretanya ada yang duluan, ada pula yang masih menunggu sekian lama. Tapi pada akhirnya semua akan seperti mas Djaduk. Seperti cerita bu Petra tadi, mas Djaduk sudah berangkat ke rumahnya yang baru," kata Mahfud di atas panggung Gendheng Ngayogjazz, Sabtu (16/11/2019)

"Mengharukan memang, karena di dalam cerita wafatnya mas Dajaduk sangat cepat dan tidak merepotkan orang lain. Hampir tidak ada keluhan apapun, tidak ada yang direpotkan. Tidak mudah orang meninggal seperti itu. Tidak mudah orang meninggal tapi tidak merepotkan orang lain. Ada orang yang mau mati saja ndak bisa, sulit dan merepotkan orang yang hidup," lanjut Mahfud.

"Kalau dari pandangan agama apapun itu, semua tergantung amalnya. Mas Djaduk ini suka menyenangkan orang. Orang yang suka menyenangkan orang, maka ketika akan meninggal dia tidak akan merepotkan orang yang ditinggalkannya," kata Mahfud.

"Mas Djaduk orangnya sangat ramah dan sopan sekali, tetapi juga selalu substantif kalau menampilkan seni. Kalau berdialog, selain kocak tapi isinya dalam. Dia sudah mendahului kita sekarang dan mas Butet sebagai kakaknya juga diminta bersabar karena yang saya dengar selama ini Butet itu dijaga betul mas Djaduk, tetapi justru yang menjaganya inilah yang pergi lebih dulu. Itulah takdir Tuhan," pungkas Mahfud.

Usai membuka Ngayogjazz 2019, Mahfud MD menerima sebuah karikatur sosok Djaduk Feriyanto menggunakan lurik, membentangkan tangan, lengkap dengan beberapa alat musik bertuliskan Swarga Langgeng.

Sugeng tindak Bung... (eru)

  • Tabuh Kentongan, Mahfud MD Buka Ngayogjazz
  • Bupati Klaten Lantik 77 Kades Terpilih



  • Pelaku Pariwisata Sepakat Pakai Pakaian Adat
  • Aisyiyah Ajak Umat Kian Toleran


  • TAGS:

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini