susah-payah-demi-menikmati-mangut-ikan-beongSeorang pembeli siap menyantap mangut beong. Tempatnya sederhana tapi makanannya lezat dan langka. (arie giyarto/koranbernas.id)


Arie Giyarto

Susah Payah Demi Menikmati Mangut Ikan Beong

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO – Penjual mangut lele sudah puluhan tahun bertebaran di Yogyakarta. Tapi jika ingin mangut ikan beong, Anda harus bersusah payah menempuh perjalanan. Jaraknya lumayan jauh dari Kota Yogyakarta.

Beong merupakan jenis ikan yang hanya hidup di Sungai Progo sehingga penjualnya pun rata-rata berada sepanjang bantaran sungai tersebut, mulai dari Borobudur, Mendut, Muntilan Magelang Jawa Tengah hingga wilayah Kalibawang Kulonprogo DIY.


Baca Lainnya :

“Memang ikan beong hanya hidup di Sungai Progo. Belum bisa diternakkan,” kata karyawan warung makan Mangut Beong Mbah Juri di Banjaroya Kecamatan Kalibawang Kulonprogo kepada koranbernas.id, Senin (10/8/2010).

Ikan berkumis berkepala besar ini memang tergolong langka. Hidupnya di rong atau liang-liang sepanjang aliran sungai.


Baca Lainnya :

“Saya ambil dari pengepul di Borobudur. Telepon dulu, kalau ada baru ambil ke sana,” kata Mbah Juri dengan suara renyah. Nama warung Mbah Juri diambil dari potongan nama suaminya, Jurianto. Sedangkan dia sendiri namanya Ngadinah.

Mangut beong di wajan dapur Mbah Juri. (arie giyarto/koranbernas.id)

Delapan kilogram seekor

Mencari ikan beong memang agak sulit. Hari itu warung Mbah Juri hanya mendapat 10 kg. Satu ekor di antaranya beratnya 8 kg. Ketika koranbernas.id datang ke sana lepas tengah hari,  mangut beong masih panas. “Baru saja mateng," kata dia.

Karena ikan lokal ini susah dicari, sebagai alternatif Mbah Juri menyediakan ikan gurami, wader dan ikan air tawar lainnya. Selain itu ada pula menu khas ndesa zaman dahulu seperti jangan lompong (sayur batang keladi jenis pari yang tidak gatal). Karena langka, justru masakan ini banyak diburu pembeli.

“Tapi maaf, hari ini kosong. Karena tadi ke pasar tidak ada yang menjual lompong. Musim kering, jadi pohonnya mati,” kata Mbah Juri.

Mangut beong memang lebih gurih dibanding mangut lele. Ikannya lebih gempi atau padat. Rasanya kombinasi antara ikan lele dan kutuk (ikan gabus).

Dengan bumbu rempah komplet seperti kencur, sunthi, jahe, kunir, serai, salam, laos dan lain-lain plus pedas lombok  yang memerahkan santan kentalnya, mangut beong rasanya sungguh tiada tara.

Mbah Juri buka warung sejak 2005. Setiap hari laris. Apalagi hari libur kadang-kadang menghabiskan 20 kg sampai 40 kg ikan beong.

Saat pandemi Covid-19 warungnya relatif sepi namun tetap buka untuk menyediakan pembeli yang datang dari jauh agar tidak kecelik.

Baru setelah Presiden Jokowi memaklumkan New Normal atau tatanan baru warung Mbah Juri menggeliat lagi, meski belum seperti dulu.

Ikan beong selain lezat juga banyak gizinya sehingga dipercaya bisa  menunjang kesehatan tubuh.

Di Borobudur

Mangut ini di daerah Mendut Magelang juga ada yang terkenal. Namanya Progowati. “Banyak pilihan di kawasan Borobudur Kabupaten Magelang,” kata Isnu Hardoyo, warga Wates Kulonprogo kepada koranbernas.id saat bertemu di obyek wisata Sendangsono tak jauh dari warung Mbah Juri.

Di dekat Pasar Kalibawang juga ada warung mangut beong yang lebih dikenal dengan mangut wader sungainya. Sekali lagi karena ikannya sulit didapat untuk menikmati mangut beong perlu merogoh saku jauh lebih dibanding mangut lele yang gampang dicari di Kota Yogyakarta.

Atau mangut welut yang terkenal di selatan Pasar Godean Sleman. Ingin mencoba? (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini