UPZ Desa Baznas Kebumen Melayani Zakat Pertanian

UPZ Desa Baznas Kebumen Melayani Zakat Pertanian
Ketua Baznas Kebumen H Bambang Sucipto menyerahkan bantuan kepada penerima. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa di 394 desa dan kelurahan.

“Keberadaan UPZ Desa diharapkan akan mengoptimalkan pengumpulan zakat pertanian dan pelayanan warga yang berhak menerima zakat,” ungkap Ristawati Purwaningsih, Wakil Bupati Kebumen.

Didampingi Ketua Baznas Kebumen H Bambang Sucipto pada acara halal bihalal dan pembinaan UPZ desa, Kamis (16/5/2024), Ristawati menyatakan UPZ desa dalam mengoptimalkan zakat pertanian lebih dahulu melakukan sosialisasi zakat yang dikelola Baznas.

“Setelah ada pemahaman dan kesadaran warga yang wajib zakat, UPZ desa akan menjadi pengumpul zakat pertanian di desanya,” kata dia.

Selain itu, UPZ desa juga akan membantu Baznas Kebumen maupun membantu warga yang berhak mendapatkan zakat. UPZ desa memberikan data warga yang patut mendapatkan bantuan.

Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada UPZ desa pengumpul zakat pertanian terbanyak tahun 2023. (istimewa).

Menurut dia, Baznas Kebumen membantu rehabilitasi rumah tidak layak huni, yang tidak bisa dijangkau pemerintah, karena penghuni tidak memiliki sertifikat tanah yang ada bangunan tidak layak huni. “Menjadi UPZ desa harus dengan keikhlasan," kata Ristawati.

Sedangkan Bambang Sucipto mengatakan meskipun belum semua desa terbentuk UPZ dan baru 172 UPZ desa yang aktif, Baznas Kebumen tetap menyalurkan zakat, infak dan shadaqah (ZIS) kepada warga yang memenuhi syarat sebagai mustahik atau penerima.

Diharapkan setelah ada penyaluran ZIS di desa yang belum terbentuk UPZ desa akan terbentuk. Bambang Sucipto mengungkapkan potensi zakat pertanian di Kabupaten Kebumen paling sedikit Rp 56 miliar per tahun. “Potensi berdasarkan luas area pertanian irigasi teknis yang mencapai 40 ribu hektar. Dengan asumsi tídak ada hama, penyakit tanaman, dengan produksi normal,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Baznas Kebumen memberikan award atau  penghargaan kepada tiga UPZ  desa pengumpul zakat pertanian terbanyak. Yaitu UPZ Desa Pesalakan Kecamatan Kutowinangun dengan jumlah zakat pertanian Rp 56.545.800.

Kemudian, UPZ Desa Klegenwonosari Kecamatan Klirong Rp 53.920.000 dan UPZ Desa Peneket Kecamatan Ambal Rp 22.214.000.

Baznas Kebumen menyerahkan bantuan, berupa bantuan bedah rumah Rp 256 juta, pemberdayaan ekonomi Rp 92.963.850, alat kesehatan Rp 72.879.002, Sarpras TPQ Rp 26.650.000 dan  pendidikan Rp 572.800.000. (*)