Triwulan Ketiga Sektor Pariwisata Sleman Menyumbang PAD Rp 283,53 Miliar
Sumbangan pendapatan sektor pariwisata terbesar yakni dari pajak hotel.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat hingga akhir September 2024 pendapatan sektor pariwisata menyumbang pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman mencapai Rp 283,53 miliar.
"Kontribusi sektor pariwisata terhadap total PAD Kabupaten Sleman sampai dengan 30 September 2024 tercatat sekitar 34,74 persen atau setara dengan Rp 283,53 miliar," kata Kus Endarto, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Jumat (18/10/2024).
Perolehan ini hampir memenuhi target kontribusi PAD sektor pariwisata pada 2024 yang ditetapkan sekitar Rp 320,267 miliar.
"Kami optimistis hingga akhir tahun nanti akan mampu mencapai target PAD sektor pariwisata, diharapkan pada liburan akhir tahun kunjungan dan pergerakan wisatawan di Sleman meningkat signifikan," katanya.
Pajak hotel
Kus Endarto menambahkan sumbangan pendapatan sektor pariwisata terbesar yakni dari pajak hotel di mana hingga akhir September 2024 tercatat sebesar Rp 125,23 miliar atau sekitar 44,92 persen.
Kemudian pendapatan dari pajak restoran sebesar 49,32 persen atau senilai Rp 137,5 miliar dan sisanya sebesar Rp 16,09 miliar atau 5,77 persen berasal dari pajak hiburan.
Kus Endarto mengatakan, sektor pariwisata di Kabupaten Sleman selama ini menjadi lokomotif penggerak roda perekonomian, pada 2023 telah menyumbang 30 persen dari total PAD Kabupaten Sleman atau sekitar Rp 353 miliar dari total PAD Rp 1,1 triliun.
"Di Sleman terdapat 142 hotel berbintang, beberapa di antaranya merupakan hotel bintang 4 dan 5 sebagai pendukung sekaligus penunjang sektor pariwisata," jelasnya.
Destinasi andalan
Kabupaten Sleman juga memiliki beragam destinasi wisata andalan, mulai dari destinasi wisata alam, buatan hingga destinasi wisata minat khusus.
"Di Sleman juga telah terbentuk 86 desa wisata yang meliputi 12 desa wisata dengan status mandiri, 17 desa wisata maju, 18 desa wisata berkembang dan 33 desa wisata rintisan. Juga terdapat 54 obyek wisata," kata Kus Endarto. (*)