Terpeleset, Seorang Pemancing Meninggal di Sungai Pogung Kebumen
Petugas mendapati bekas tanah ambles di tepi sungai yang diyakini sebagai titik korban terpeleset.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Seorang kakek warga Desa Semanding Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen, Minggu (22/11/2025) pagi, ditemukan mengambang di Sungai Pogung, Semanding.
Sehari sebelumnya korban, Ratimin Budiman (63), pamit dengan keluarganya memancing di sungai. Diduga korban terpeleset hingga tenggelam di lokasi kejadian.
Wakapolres Kompol Faris Budiman menyatakan benar peristiwa itu. Laporan kejadian itu diterima Polsek Gombong pukul 05:20.
Keterangan keluarga korban, Sabtu malam sekitar pukul 19:30 Ratimin berpamitan kepada istrinya untuk memancing di anak Sungai Pogung.
Mengajak tetangga
"Korban sempat mengajak seorang tetangga yang belakangan menjadi saksi, namun ajakan itu ditolak karena saksi sedang menerima tamu," kata Faris Budiman.
Ratimin akhirnya berjalan seorang diri menuju sungai yang jaraknya tak jauh dari rumahnya. "Hingga Subuh, korban tak kunjung kembali. Istri menanyakan kepada tetangga yang semalam diajak untuk pergi memancing," kata Faris.
Keluarga dan tetangga berusaha mencari dengan menyusuri tepi aliran sungai dengan pencahayaan lampu senter. Pada salah satu titik mereka menemukan ember kecil bekas cat dan joran pancing yang biasa digunakan korban.
Jenazah Ratimin terlihat mengambang dalam posisi telungkup, tidak jauh dari lokasi peralatan memancingnya. Korban dievakuasi anggota Polsek Gombong diantar ke rumah duka sebelum dilakukan pemeriksaan.
Pakaian lengkap
Dari hasil olah tempat kejadian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. "Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap yang dipakainya ketika pamit memancing," kata Faris Budiman.
Di tangan kiri korban masih tergenggam kail pancing. Dompet berisi perlengkapan memancing, rokok dan korek api masih ada di sakunya. Tidak ada barang yang hilang.
Faris Budiman menyebutkan penyelidikan telah mencukupi untuk menyimpulkan tidak adanya unsur tindak pidana. “Semua indikator mengarah pada kecelakaan saat korban memancing. Tidak ada tanda kekerasan maupun kehilangan barang,” ujarnya.
Setelah pemeriksaan medis, jenazah Ratimin diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Di Desa Semanding, sungai tempat warga biasa mencari ikan kini menjadi pengingat agar warga berhati-hati. (*)
Nanang W Hartono
