Teh Berbahan Kulit Salak Bawa Sekolah Ini Juara

Teh Berbahan Kulit Salak Bawa Sekolah Ini Juara

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Salak merupakan buah yang banyak digemari wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.  Buah tropis ini memang berbentuk unik, diselimuti kulit bersisik yang keras dan tajam pada ujung-ujung sisiknya.

Siapa sangka, kulit salak yang selama ini dibuang bisa menjadi minuman serupa teh yang menyegarkan? Ditangan terampil siswa-siswa SMK Kesehatan Binatama, kulit salak yang selama ini banyak dibuang bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Teh kulit salak ini mempunyai manfaat untuk menstabilkan tekanan darah, baik itu tekanan darah tinggi maupun darah rendah, selain itu karena kulit salak ini mengandung serat yang tinggi maka sangat bagus untuk pencernaan dan dapat mengatasi sembelit.

Teh berbahan dasar kulit salak ini dikemas 30 gram dan 50 gram Rp 10.000 dan Rp 15.000. Nama Zalaku Tea milik siswa SMK Kesehatan Binatama ini kurang lebih memiliki arti buah salak milikku.

Lifia Sintia, Siswa kelas XI perawat SMK Kesehatan Binatama adalah salah satu dari tim yang ikut melombakan karya olahan kulit salak ini ke tingkat nasional. Lifia bersama timnya memenangkan Juara Harapan dalam ajang tersebut.

"Tidak ada kriteria khusus dalam pemilihan kulit salak yang akan dijadikan teh, hanya saja dalam pembuatan teh kulit salak ini asalkan kulit tersebut dibersihkan dahulu," terang Lifia kepada koranbernas.id disela-sela perayaan HUT SMK Kesehatan Binatama yang Ke-7, Senin (11/12/2019).

"Kemudian kulit salak ini dijemur hingga bentuknya mengkerut (mengecil-red) dan kering, kemudian diblender hingga halus, setelah disaring dan siap dipacking ke dalam pembungkus teh celup yang biasa ada di pasar-pasar," lanjutnya.

Sementara Fifit Afikah, Selaku guru pembimbing, Produksi kreatif dan kewirausahaan menambahkan, Produk salak diproses selama tiga minggu, termasuk pembuatan hingga ke pengujian produk. "Jadi produk ini ketika di pasar apakah laku atau tidak, apakah  rasanya disukai? hingga ke daya tahan produk kita ujikan," jelasnya.

"Selain itu, kami juga melakukan semacam tes pasar, kami mencoba meng-online-kan produk ini agar lebih dikenal tidak hanya dikalangan sekolah," tandasnya.

Sekolah Rujukan

Bulan Juli 20I9 SMK Kesehatan Binatama ditunjuk sebagai salah satu SMK yang mendapatkan dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan dari Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik lndonesia.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan SMK rujukan bagi SMK di sekitarnya untuk mempercepat terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan, dengan harapan Angka Partisipasi Pasar (APK) setiap kabupaten/kota meningkat dan menguatkan pendidikan bidang kejuruan.

Menurut Kepala Sekolah SMK Kesehatan Binatama Nuri Hastuti, bahwa program pengembangan SMK rujukan ini tersebar untuk 500 SMK di seluruh provinsi di Indonesia dan setiap SMK rujukan memiliki minimal 3 SMK aliansi.

"SMK Kesehatan Binatama terpilih sebagai salah satu SMK Rujukan, dan merupakan satu-satunya SMK Kesehatan di Yogyakarta yang pada tahun 20I9 ditunjuk sebagai SMK Rujukan," paparnya.

Nuri Hastuti melanjutkan beberapa kegiatan SMK Rujukan yang dikembangkan oleh SMK Kesehatan Binatama antara lain Pelaksanaan Sosialiasi & Penyusunan Program Peningkatan Pembelajaran SMK; Penyelarasan Kejuruan/Kurikulum dengan DUDI (Dunia Usaha & Industri).

Selanjutnya, Magang Industri; implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang terdiri dari Digitalisasi Perpustakaan yaitu BlNATAMA PUSTAKA dalam bentuk Aplikasi Android yang dapat diinstall melalui Playstore dan bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan pendidikan.

Selain itu, Digitalisasi koleksi buku dan peminjaman buku, Peningkatan Pelayanan dan Sarana Perpustakaan termasuk penambahan koleksi buku dan interior perpustakaan.

"Penambahan perpustakaan kelas dan Pojok Baca untuk membiasakan siswa agar lebih tertarik membaca buku, serta perlombaan literasi antar kelas yang terdiri dari lomba puisi dan cerpen, lomba membuat poster slogan, lomba sesorah atau geguritan dan lomba spelling bee," tutupnya.(yve)