Tayang Tiga Hari, Film "Agak Laen Menyala Pantiku" Tembus 1,2 Juta Penonton

Capaian ini membuat para pemain, kru serta produsernya terpukau.

Tayang Tiga Hari, Film "Agak Laen Menyala Pantiku" Tembus 1,2 Juta Penonton
Pemain "Agak Laen, Menyala Pantiku" tampil di JAFF Market di JEC Yogyakarta, Minggu (30/11/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Film komedi Agak Laen, Menyala Pantiku kembali menunjukkan taringnya di layar lebar. Hanya dalam tiga hari penayangan, film besutan Imajinari ini berhasil menembus 1,2 juta penonton.

Capaian ini membuat para pemain, kru, serta produsernya terpukau. Antusiasme ini bahkan membuat para komika yang membintangi film tersebut seperti Oki Rengga, Bene Dion, Indra Jegel, dan Boris Bokir turun langsung menyapa para penggemar di JAFF Market di JEC Yogyakarta, Minggu (30/11/2025).

Atmosfer penuh kehangatan dan keakraban terasa sejak awal acara. Keempat pemain tampil tanpa jarak, melontarkan guyonan spontan dan menjawab pertanyaan penggemar dengan gaya khas mereka.

Meski humor mewarnai panggung, beberapa momen memperlihatkan kedekatan personal dan perjalanan lima tahun kebersamaan mereka sebagai kelompok komedi yang kini menjelma menjadi fenomena perfilman.

Relasi organik 

Sang produser, Ernest Prakasa, memberi apresiasi besar terhadap hasil ini. Menurutnya, 1,2 juta penonton dalam tiga hari bukan hanya soal strategi promosi. Namun lebih dari itu buah dari relasi organik antarpemain.

“Sejak reading, semua dialog sudah mereka kunci sendiri. Improvisasinya itu hidup karena mereka saling merespons alami. Penonton merasa dekat karena mereka dekat satu sama lain,” ujarnya.

Dia menambahkan, kelompok ini memiliki proses kreatif yang unik. Mereka tidak membangun karakter dari naskah semata, tetapi dari pengalaman bertahun-tahun tampil bersama.

“Yang membuat film ini kuat bukan hanya cerita, tapi dinamika mereka yang sudah terbentuk lima tahun,” lanjutnya.

Friksi kecil

Dalam sesi bincang, para pemain ditanya soal hubungan mereka di balik layar. Lima tahun berjalan bersama tentu tidak selalu mulus. Salah seorang pemain, yang disambut tawa hadirin, mengakui bahwa friksi kecil sesekali muncul.

“Anak saja berantem di rumah. Serius, itu teman,” ujar Bene yang diiyakan pemain lain.

Mereka menegaskan meski pernah ada hari-hari penuh tensi, semuanya hanya bagian dari proses tumbuh bersama.

Ada pula momen lucu yang memancing tawa ketika mereka saling melempar cerita tentang siapa yang paling sensitif, siapa yang paling gampang jengkel, hingga siapa yang biasanya memulai obrolan ketika ada suasana kurang enak.

Begitu hidup

Tapi ujungnya selalu sama selalu selesai di waktu yang sama. “Capek juga kalau marah terus. Ya sudah, dibenerin, main lagi,” kata Oki.

Kebersamaan itu pula yang membuat chemistry mereka di layar begitu hidup. Bahkan membuat banyak adegan terasa natural dan dekat dengan penonton meski film sesuai skrip tanpa banyak improvisasi.

Menutup acara, para pemain memberikan apresiasi kepada seluruh penonton yang sudah hadir di layar bioskop. Oki, Bene, Indra, dan Boris juga berharap film ini bisa terus tumbuh dan membuka jalan untuk proyek-proyek selanjutnya.

“Terima kasih yang sudah menjadi bagian dari satu jutaan penonton pertama. Tugas teman-teman yang sudah nonton, kabarkan ke teman lain. Biar makin banyak yang ikut ketawa,” ungkap Jegel. (*)