Minggu, 18 Apr 2021,


tanggul-sungai-serang-tergerus-sejumlah-desa-terancamKunjungan anggota Komisi A DPRD DIY ke lokasi Tanggul Sungai Serang Kulonprogo, Selasa (27/10/2020). (istimewa)


Sholikul Hadi
Tanggul Sungai Serang Tergerus, Sejumlah Desa Terancam

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO – Tanggul Sungai Serang di Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kulonprogo, saat ini kondisinya membahayakan. Tanggul tersebut tergerus sepanjang kurang lebih 50 meter dengan kedalaman sekitar enam meter.


Ini terungkap saat anggota Komisi A DPRD DIY dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Suwardi, dan Sekretaris, Retno Sudiyanti, melakukan kunjungan monitoring ke lokasi, Selasa (27/10/2020), dalam rangka mitigasi bencana.

  • MAN 3 Kulonprogo Sandang Gelar Madrasah Plus Keterampilan
  • Sewindu UUK DIY, Ini Tanggapan Anggota Dewan

  • “Tanggul ini bisa jebol. Perlu penanganan khusus. Jika terjadi banjir, air bisa menggenangi beberapa pedukuhan dan mungkin sampai wilayah Kecamatan Panjatan,” ungkap Mujiyo, Lurah Bendungan.

    Menurut dia, pengikisan tanggul tersebut terjadi salah satunya karena adanya gorong-gorong ilegal.

  • Nenek Samirah Berharap Gubugnya Dilirik Program Bedah Rumah
  • Saat Mensos Juliari Mengajar di Hadapan Ibu-ibu...

  • Mewakili warganya, dia berharap Komisi A bersedia membantu mencarikan solusi menangani  pengikisan tanggul. Warga khawatir dan merasa terancam jika terjadi hujan dan aliran air dari hulu cukup besar.


    Supriyadi dari Balai Besar Wilayah Serayu Opak mengakui pihaknya masih melakukan kajian terlebih dulu untuk menindaklanjuti perbaikan tanggul di Sungai Serang. Masalah ini sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.


    “Dana kita tergantung pusat. Kami mengajukan proposal berisi kajian dan desain. Konstruksinya seperti apa, nanti pusat yang memutuskan,” kata dia.

    Anggota Komisi A DPRD DIY dari Kulonprogo, Hifni Muhammad Nasikh, menyatakan pengikisan tanggul itu perlu memperoleh perhatian khusus. Apalagi saat ini curah hujan sudah cukup tinggi sehingga rawan terjadi kerusakan tanggul.

    Legislatif akan melakukan komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak maupun Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Penanganan jangka menengah bisa dilakukan berupa pemasangan bronjong guna mencegah meluasnya penggerusan tanggul.

    Mengenai laporan masyarakat terkait gorong-gorong ilegal, Hifni menyatakan semestinya itu dihindari karena bisa saja gorong-gorong semakin membesar sehingga membahayakan. “Lama-lama besar, tanggul bisa jebol dan memicu banjir,” ujarnya seraya berharap kerusakan tanggul segera dibenahi. (*)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini