Sukamto Berpotensi Berpasangan dengan Kustini Maju Pilkada Sleman
Mengenai arti di balik jabat tangan itu, saat ditanya wartawan usai menghadiri acara tersebut Sri Purnomo tidak ingin berkomentar.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sukamto, sepertinya semakin terbuka peluangnya untuk ikut berkontestasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sleman 2024.
Politisi senior yang juga pensiunan Polri itu disebut-sebut berpotensi menjadi Bakal Calon Wakil Bupati Sleman berpasangan dengan bupati petahana Kustini Sri Purnomo yang maju lagi sebagai Bakal Calon Bupati Sleman.
Setidaknya, ini terlihat saat berlangsung Sosialisasi Manfaat Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Bersama Tokoh Masyarakat, Minggu (28/7/2024), di Seyegan Sleman.
Di luar dugaan, mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, yang juga suami dari Bupati Sleman saat ini, Kustini, hadir pada acara tersebut. Keduanya tidak hanya berdampingan selama acara berlangsung tetapi juga terlihat berjabat tangan erat sebelum pamit meninggalkan lokasi acara sosialisasi.
Sangat bagus
Mengenai arti di balik jabat tangan itu, saat ditanya wartawan usai menghadiri acara tersebut Sri Purnomo tidak ingin berkomentar. Dia hanya mengatakan program Sosialisasi Manfaat Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Anggota Komisi IX DPR RI H Sukamto SH itu sangat bagus.
”Bagus sekali. Mudah-mudahan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Sri Purnomo.
Sebelumnya, saat didaulat memberikan sambutan di hadapan ratusan peserta sosialisasi dari kalangan warga Nahdlatul Ulama di antaranya ada sejumlah kiai serta guru ngaji, kaum Rois, perwakilan Ketua RT dan Ketua RW maupun tokoh masyarakat lainnya, Sri Purnomo sepakat semua tenaga kerja harus diikutkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sri Purnomo yang menjabat Bupati Sleman periode 2010-2015 dan periode 2016-2021 serta menjadi Wakil Bupati Sleman 2005-2010 itu memberikan apresiasi atas perjuangan Sukamto di Komisi IX DPR RI yang membawa program dari pemerintah pusat untuk masyarakat di Kabupaten Sleman.
Manfaat
“Penting bagi kita terutama yang punya usaha untuk mendaftarkan karyawannya,” kata Sri Purnomo.
Dia lantas mencontohkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, dulu bernama Jamsostek, bagi para pekerja.
Waktu itu, Bank Sleman Syariah belum setahun berdiri ada seorang penjaga malam yang bekerja di bank tersebut meninggal dunia. Keluarga dari pekerja itu pun mendapatkan santunan lebih dari Rp 150 juta dari BPJS Ketenagakerjaan.
Sosialisasi kali ini selain dihadiri tamu undangan juga hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Novaria Sulistiyo beserta jajarannya. (*)