Sudah 5 Hari, Pelanggan PDAM Tidak Mendapat Suplai Air

Sudah 5 Hari, Pelanggan PDAM Tidak Mendapat Suplai Air

KORANBERNAS.ID--Kesulitan air bersih selama musim kemarau, tidak hanya dialami penduduk di pegunungan yang jauh dari sumber air. Sebagian pelanggan PDAM Tirta Bumi Sentosa (PDAM–TBS) , di Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen, dalam 5 hari terakhir ini juga kesulitan air bersih. Air dari PDAM, tidak mampu menjangkau rumah pelanggan.

Kesulitan air bersih yang dialami 30-an pelanggan PDAM-TBS Kebumen, setidaknya terjadi di Perumahan Korpri RT 03 RW 06, Jatimulyo. Beberapa pelanggan di lokasi itu mengungkapkan, sudah 5 hari terakhir ini, air tidak sampai ke rumah mereka.

Untuk mencukupi air bersih, sebagian harus ngangsu dari sumur gali umum, dengan kedalaman air lebih dari 8 meter.

Baru hari Minggu (29/9/2019), PDAM-TBS Kebumen mengirim air bersih dengan menggunakan tanki air.

Kepala Bagian Tehnik PDAM-TBS Kebumen Kusni, SE kepada koranbernas.id, Senin (30/9/2019) membenarkan ada sejumlah pelanggan di daerah itu kesulitan air bersih, karena air PAM tidak sampai ke rumah pelanggan.

Hal ini disebabkan menurunnya debit air baku di Sungai Kedungbener dalam beberapa hari terakhir ini.

“Pernah instalasi pengolahan air di Krakal tidak beroperasi 6 jam, karena air bakunya tidak mencukupi untuk diolah,“ kata Kusni.

Kebutuhan air baku untuk diolah 26 liter per detik. Kebutuhan air baku sebanyak itu untuk produksi air 20 liter perdetik.

Menurunnya air baku di intake/pengambilan air baku di Desa Krakal, Kecamatan Alian, selain menurunnya debit air dari mata air di sungai itu, juga ada warga setempat yang memanfaatkan air di intake untuk kebutuhan pertanian dan rumah tangga. Warga menggunakan pompa air untuk mengambil air. PDAM–TBS Kebumen tidak mungkin melarang, karena air itu berada di tempat umum. (SM)