Senin, 27 Sep 2021,


sistem-pembelajaran-pada-masa-pandemiAnggi Aulia Rizki (Dok. Pribadi).


--
Sistem Pembelajaran pada Masa Pandemi

Oleh: Anggi Aulia Rizki
SHARE

PANDEMI covid yang sudah berlangsung 1 tahun 4 bulan, mulai dari bulan Maret 2020 sampai sekarang membuat tatanan aktivitas saat ini terganggu. Banyak kegiatan yang seharusnya dilakukan di luar ruangan atau di luar rumah menjadi harus dilakukan di rumah atau bisa disebut dengan WFH. Seperti kegiatan perkantoran, pasar, dan kegiatan lainnya yang seharusnya dilakukan di luar ruangan harus menjadi di dalam rumah dan tidak berkerumun. Kegiatan yang biasanya dilakukan secara berkerumun atau kegiatan yang dihadiri banyak orang juga tidak boleh dilakukan seperti konser, pameran, bahkan acara hajatan pun harus dihadiri dengan tamu undangan yang sangat terbatas. Di lembaga pendidikan yang seharusnya kita lakukan di sekolah atau di kampus pun dan biasanya kita bertemu dengan guru atau dosen, teman harus berhenti.


Namun walau begitu kita tetap harus menjalankan kegiatan atau aktivitas kita sebagaimana kita melakukannya sebelum pandemi, hanya saja kita melakukannya di rumah masing-masing. Pada lembaga pendidikan juga harus berjalan walau pembelajaran atau perkuliahan di lakukan dari rumah. Tetapi selama kita melakukan pembelajaran atau perkuliahan tentu tidak sama dengan saat kita bertatap muka dengan guru ataupun dosen. Selama melakukan pembelajaran atau pekuliahan banyak kesulitan yang terjadi, seperti seorang guru yang kesulitan menerangkan materi secara daring. Dan banyak siswa atau mahasiswa yang kesulitan juga memahami materi yang di berikan oleh dosen ataupun guru.


Demikian juga yang terjadi di universitas-universitas di Indonesia. Meskipun pendidikan atau perkuliahan diselenggarakan dari rumah, koordinasi antara mahasiswa dan dosen tetap terlaksana. Situasi di Indonesia yang belum normal akibat pandemi membuat tatanan pendidikan menuntut seorang mahasiswa harus berpikir dan belajar lebih keras, supaya proses pembelajaran tetap berjalan. Dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring karena model ini merupakan salah satu cara membantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid 19 di lingkungan kampus.

Sistem pembelajaran daring adalah sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara mahasiswa dan dosen, proses perkuliahan dilakukan dari rumah masing-masing atau sekarang lazim disebut learn from home menggunakan media ponsel, PC atau laptop melalui jaringan internet. Dalam proses belajar melalui daring ini mahasiswa menggunakan metode syncronus dan ansyncronous. Syncronus mahasiswa dan dosen menggunakan aplikasi tatap muka seperti Google Meet dan ZOOM,  sedangkan ansyncronus  dosen akan mengirim materi berupa word atau pdf melalui Whatsapp grup antar-kelas atau melalui Google Classroom. Mahasiswa juga diberi tugas yang diberikan dikumpulkan juga bisa melalui Whatsapp grup kelas atau Google Classroom sesuai dengan kesepakatan dengan dosen mata kuliah yang pengampu.


Metode di atas termasuk efektif untuk mahasiswa, karena walaupun kita tidak berbicara secara langsung, kita tetap bisa berbicara dengan dosen kita dengan aplikasi Meet ataupun Zoom. Tapi dalam penggunaan aplikasi Meet ataupun Zoom terdapat beberapa kendala yang terjadi seperti jaringan internet yang kurang stabil atau mati listrik. Adanya gangguan jaringan internet pada saat pembelajaran atau kelas itu mengganggu mahasiswa yang ingin fokus terhadap kelas.        

Selain sistem pembelajaran di atas, siswa ataupun mahasiswa juga dapat belajar mandiri atau belajar sendiri dengan mengunjungi situs-situs yang berisi materi-materi sekolah ataupun kuliah. Siswa dari TK, SD, SMP, dan SMA, juga bisa mengikuti bimbingan belajar atau bimbel online yang tersedia seperti Ruang Guru, Zenius, dan masih banyak lagi. *

Anggi Aulia Rizki

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini