Sinergi GTRA dan NU, Tinjau Lapangan untuk Reforma Agraria Berkeadilan di Prawirodirjan
Tim GTRA Kota Yogyakarta bersama PWNU tinjau lahan di Prawirodirjan untuk Reforma Agraria 2026. Fokus pada penataan tanah berkeadilan dan penyelesaian masalah lahan di wilayah perkotaan
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kota Yogyakarta bergerak cepat memulai rangkaian program tahun 2026. Kepala Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta selaku Ketua Pelaksana Harian GTRA bersama jajaran dan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta melakukan peninjauan lapangan secara langsung di Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Selasa (21/4/2026). Langkah ini menjadi fondasi awal untuk memetakan kondisi eksisting lahan sekaligus mengidentifikasi potensi permasalahan yang perlu segera diselesaikan.
Peninjauan ini bukan sekadar prosedur formal, melainkan upaya strategis untuk memastikan validitas data di lapangan sebelum memasuki tahapan teknis yang lebih dalam. Kolaborasi lintas sektor antara Kantor Pertanahan dengan elemen organisasi keagamaan seperti PWNU menjadi penanda bahwa Reforma Agraria di Kota Yogyakarta mengedepankan pendekatan inklusif. Tujuannya jelas, yakni memperkuat sinkronisasi data dan penyamaan persepsi antar anggota tim GTRA agar kebijakan yang diambil nantinya benar-benar tepat sasaran.
Melalui koordinasi intensif di Prawirodirjan, GTRA Kota Yogyakarta berkomitmen menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah (P4T) secara lebih berkeadilan. Penataan lahan yang sistematis diharapkan mampu meminimalisir sengketa sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini akan menjadi acuan bagi tahapan-tahapan program selanjutnya agar Reforma Agraria di wilayah perkotaan seperti Yogyakarta dapat berjalan efektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi warga. (*)
Siaran Pers
