Nostalgia Burgerkill di Panggung Originfest 2026

Melihat Viky kembali memegang mic bersama Burgerkill adalah momen yang kami tunggu.

Nostalgia Burgerkill di Panggung Originfest 2026
Foto bersama usai konferensi pers di Ricy Eatery and Coffee. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Ada energi berbeda menyelimuti persiapan akhir di Parkir Timur Stadion Maguwoharjo sore itu. Di antara hiruk-pikuk loading alat dan check sound, para "Begundal" (fans Burgerkill) dan penikmat musik cadas di Yogyakarta membicarakan kembalinya sang proklamator era baru, Viky Mono.

Festival musik tahunan Originfest 2026 yang digelar Sabtu (7/2/2026), tidak lagi sekadar menjadi ajang hura-hura akhir pekan. Dengan tema Unlimited Pleasure, festival ini bertransformasi menjadi monumen sejarah kecil bagi kawah candradimuka musik keras tanah air.

Kabar yang beredar santer di sosial media sejak awal Februari akhirnya tervalidasi di panggung ini. Kembalinya Viky Mono ke Burgerkill bukan sekadar pergantian personel maupun nostalgia, melainkan sebuah "kepulangan".

"Melihat Viky kembali memegang mic bersama Burgerkill adalah momen yang kami tunggu bertahun-tahun. Bukan cuma nonton konser, tapi menyaksikan sejarah," tulis salah seorang penggemar di kolom komentar Instagram resmi acara yang memanas beberapa jam terakhir.

Menaikkan kelas

Di balik layar, ambisi besar Origin Entertainment terungkap. Dalam wawancara kepada media lokal, Dona Marsita, selaku Owner Origin Entertainment, menjelaskan Originfest tahun ini dirancang untuk menaikkan kelas festival lokal ke taraf internasional.

Hal ini dibuktikan dengan tidak main-mainnya kurasi penampil. Selain membawa Sable Hills, unit metalcore yang sedang "wangi-wanginya" di Tokyo, Dona juga memberikan sinyal festival ini adalah tentang kenyamanan dan standar safety kelas wahid, belajar dari manajemen kerumunan festival-festival besar dunia.

Benang merah "Jepang" terasa kental tahun ini. Tidak hanya Sable Hills, panggung Originfest juga akan menjadi saksi pendaratan Allegiance Cruiser -- proyek kolaborasi Rebellion Rose x Over Distortion yang baru saja menyelesaikan tur panjang mereka di Jepang.

Bagi Rebellion Rose, tampil di Maguwoharjo besok adalah momen "pulang kampung" untuk menutup perjalanan internasional mereka di hadapan saudara sendiri.

Tak terbendung

Hingga berita ini diturunkan (H-1), antusiasme publik tak terbendung. Seluruh tiket kategori presale daring ludes alias sold out. Panitia mengkonfirmasi kuota terbatas untuk tiket On The Spot (OTS) masih dibuka di venue dan via YesPlis, namun diprediksi akan habis dalam hitungan jam.

Bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya, Sabtu ini bukan sekadar tentang musik bising. Ini adalah tentang merayakan kembalinya para pahlawan lokal, menyambut tamu jauh dan menjadi saksi mata sebuah perayaan, meminjam istilah penyelenggara, menawarkan "kesenangan tanpa batas". (*)