Sidak ke Pasar Godean, Anggota DPRD Sleman Temukan Kios Bocor
Dewan mendapat laporan dari warga kios-kios masih ada yang bocor sehingga tergenang air.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Wakil Ketua DPRD bersama anggota Komisi B DPRD Sleman melakukan kunjungan inspeksi mendadak atau sidak ke Pasar Godean, Rabu (22/10/2025). Sidak tersebut untuk melihat secara langsung persiapan penggunaan Pasar Godean bagi para pedagang sebelum dilakukan pembukaan.
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro mengatakan bersama Komisi B DPRD Sleman dirinya melihat langsung kondisi Pasar Godean yang rencananya tanggal 29 Oktober 2025 akan ditempati para pedagang. Dewan mendapat laporan dari warga kios-kios masih ada yang bocor sehingga tergenang air. Hal itu menjadi keprihatinan semua pihak.
“Kita tidak ingin rencana perputaran ekonomi di Sleman itu terganggu karena ketidaksiapan teknis dan fisik Pasar Godean yang memang belum siap sebetulnya,” kata Hasto di sela-sela sidak bersama Komisi B.
Hasto ingin memastikan, kemudian cek langsung apakah sudah tertangani atau belum. “Khawatirnya kalau belum nanti meresahkan baik meresahkan pedagang maupun meresahkan pembeli,” katanya.
Tidak nyaman
Dia menyatakan tidak ingin pedagang resah serta tidak nyaman berjualan, pembeli juga risih karena masih banyak yang tampias masih banyak yang bocor dan sebagainya.
"Ini menjadi catatan kami di Pemerintah Kabupaten Sleman. Apalagi biaya perawatan tidak murah, tidak sedikit, mahal, makanya nanti akan kita sampaikan juga ke eksekutif untuk ditata betul. Sebelum siap betul, nyaman jangan dipaksakan berpindah karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak di Sleman," ujar Hasto.
Menurut dia, untuk rekomendasi mundur, bisa jadi kalau memang belum benar-benar siap. Apalagi sudah masuk musim penghujan kalau setiap hari hujan dikhawatirkan pedagang tidak bisa nyaman berjualan.
"Kita tahu Pasar Godean menjadi tujuan dari sekitar Kulonprogo dan Magelang Selatan. Jujug-nya di sini semua, kalau belum siap kasihan semuanya,” ungkap Hasto.
Diganti semua
Terkait temuan itu Hasto menjelaskan masih banyak kios yang tergenang air. Pembersihan dan pembetulan atap atau talang-talang sudah dilakukan. “Diganti semua yang kemarin kualitasnya tidak bagus sudah bocor, sudah karaten diganti semua. Dananya dengan APBD termasuk kemarin setelah selesai pembangunan parkir semua dengan APBD,” tambahnya.
Anggaran untuk perbaikan sudah mencapai Rp 500 juta. “Tapi nanti ini bertambah karena temuan di lapangan pasti tambah lagi,” katanya. (*)
Nila Hastuti
