Minggu, 01 Agu 2021,


setengah-abad-mengudara-geronimo-fm-masih-radio-kanca-mudaLusi Laksita, penyiar Geronimo era 90an. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Setengah Abad Mengudara, Geronimo FM Masih Radio Kanca Muda

SHARE

KORANBERNAS.ID,YOGYAKARTA - Setengah abad mengudara, tidak membuat Geronimo FM menjadi tua untuk didengarkan generasi Z saat ini. Radio yang awalnya didirikan oleh anak-anak muda yang masih sekolah dan kuliah pada era 70an ini tetap meramu acara yang pas bagi kanca muda (sebutan untuk pendengar radio Geronimo FM-red).  Pada peringatan ulang tahun yang ke-50 pada Senin (31/5/2021) ini, Radio Geronimo FM mengusung tema VIVA Geronimo. Tema ini dimaksudkan untuk mengukuhkan keberadaan Radio Geronimo yang selalu ada untuk semua, berdiri bersama untuk melangkah ke depan, ke arah yang lebih baik, dan tetap solid. 

“Dan tentunya radio geronimo selalu menyuarakan yang terbaik dari Yogyakarta sesuai dengan visi misi,” ujar Direktur Utama PT. Radio Geronimo, Rafika Duri yang hadir dalam upacara tumpengan via daring, Senin (31/5/2021).

Ia tidak menampik perjalanan radio di tengah era komunikasi digital saat ini tidak semulus era sebelumnya, terlebih pandemi Covid-19 membuat Geronimo juga terdampak secara langsung dan mengalami tekanan. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik juga mau tidak mau dipatuhi Radio Geronimo sekalipun memberatkan industri radio.

"Terlebih PP tersebut dikeluarkan saat pandemi Covid-19. Untuk sementara ini  kami masih menunggu kesepakatan berapa yang harus kami bayarkan
setiap tahunnya ke Lembaga Manajemen Kolektif Nasional," ujar Fika.

Meskipun demikian, memasuki usia 50 tahun membuat Radio Geronimo 106.1 FM tetap harus optimistis menghadapi perubahan dan beradaptasi sesuai dengan visi yang diusung. Ditengah pagebluk Covid-19, radio ini mencoba  berjuang saat banyak platform digital bermunculan. Tak hanya mengandalkan siaran dengan pemancar, teknologi baru juga coba dijadikan inovasi untuk tetap bertahan ditengah persaingan.

"Kita mencoba membuka akses untuk mendengarkan siaran geronimo lewat youtube, instagram, twitter, facebook dan aplikasi yang bisa didownload lewat playstore dan app store," ujarnya.

Visi Geronimo FM adalah menggagas kehidupan anak muda yang dinamis, santun dalam bertindak, mempunyai cita-cita tinggi dan berpandangan luas ke depan tanpa kehilangan latar budayanya.

"Karena itu pula, Geronimo FM selalu menemani dan membantu mereka yang sedang mempersiapkan masa depan dengan selalu mengingatkan dasar pijakan budaya dan dinamis menghadapi perubahan dalam wujud program media siaran," lanjutnya.

Pada peringatan usia emasnya kali ini, Geronimo Records secara khusus  meluncurkan sebuah lagu berjudul VIVA Geronimo. Lirik lagu ini berisi optimisme melangkah maju dan bangkit untuk meraih mimpi tanpa keragu-raguan. 

"Jingle ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk jangan kalah dengan rasa takut dan tetap  optimistis dalam segala situasi," tutup Fika.

Radio Pertama Gunakan Gelombang FM dan Teknologi Stereo

Kehadiran Geronimo diawali sekitar 1970. Saat itu di Yogyakarta mulai bermunculan  pemancar-pemancar model broadcasting. Pemancar-pemancar tersebut lahir dipelopori anak muda dengan hobi atau  kegemaran dibidang elektronika dan senang akan musik.

Di antara pemancar-pemancar yang bermunculan di Yogyakarta, ada tempat dikenal dengan  Jl. Dr. Sutomo No. 45. Tempat ini merupakan sebuah rumah yang didiami oleh Bapak Abdul  Mustajab (meninggal 1981) beserta keluarga yang sekarang menjadi bengkel mobil Bambang.

Di tempat inilah sekelompok anak muda yang suka berkumpul sambil memutar musik  piringan hitam lagu-lagu Barat dan mendengarkan tangga lagu-lagu radio luar negeri pada  waktu itu. Dari sekelompok anak muda tersebut lahirlah suatu gagasan, yaitu untuk  mendirikan pemancar radio broadcasting. Setelah mengadakan persiapan dengan teliti dan cermat, maka mengudaralah mereka pada  gelombang 56 meter, yang menamakan radionya dengan satu sebutan Gembel Rapi yang artinya Gemar Belajar Rajin Berpikir. 

Mereka menamakan Gembel Rapi karena kebanyakan dari mereka masih duduk dibangku  SMA dan mahasiswa. Gembel Rapi inilah merupakan cikal bakal adanya radio Geronimo. Pada  saat siaran, penyiar-penyiarnya memberikan gelar pada dirinya sendiri yaitu Senator. Sebut saja Sonny Kusuma Yuliarso (Senator Valentino), Gatot Kartiyoso (Senator Bonaparte), Abdul Syukur (Senator Ferdinand),  Siswanto S. (Senator Onasis), Antono Widodo (Senator Antonio), Placidus Sudibyo (Senator Bonaventura), Ambar Suryanto (Senator Ambasador).

Selain itu Suharto (Senator Romeo), Bambang Widjatmoko (Senator Bambino), Suprapto Purwijayanto (Senator Edison), Widodo S (Senator Gusti Budha), Alex Hartrisno (Senator Alexander), Sudjono S (Senator John O), Bambang Setiawan (Senator Otto von Bismark), Waspodo (Senator Washington), dr Puranto (Senator Al Capone), Pranowo (Senator Old Shatterhand), dan Santo Sewoyo (Senator Santo Bolivar).



Helly B, Marketing Manager Geronimo FM menceritakan, tak banyak orang tahu stasiun radio ini menjadi satu dari dua radio swasta paling tua di Yogyakarta. Berawal dari siaran dari pemancar SW yang kemudian migrasi ke FM. Pada Januari 1989 merupakan tahun titik balik dari radio Geronimo dan bahkan mempengaruhi kehidupan radio di Yogyakarta. Radio Geronimo mulai memfokuskan pada perkembangan teknologi, yaitu pada pemancar dengan frekwensi sangat tinggi, dengan kwalitas modulasi yang bersifat “meruang” atau lebih dikenal dengan istilah FM Stereo. Geronimo pun mengudara pada FM 105,8 MHz

"Sebagai Radio FM pertama di Yogyakarta, Geronimo dikelola dengan format Top 40 yang tidak hanya menjadi barometer musik saja, tetapi juga  menyuguhkan berbagai informasi mengenai dunia hiburan, seni budaya dan gaya hidup anak  muda dengan tidak meninggalkan konten lokal khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Dia.

Geronimo atau kepala suku indian yang berani dan jujur ini sebenarnya adalah singkatan dari GErha ROwang NIssreyasa MOdana yang dalam bahasa kawi berarti Sasana Persahabatan Yang Terbaik dan Menggembirakan. Terhitung sejak Mei 2004, seluruh frekuensi radio di Indonesia mengalami perubahan.Termasuk Radio Geronimo FM dari 105,8 MHz menjadi 106,1 MHz hingga sekarang.

Sebagai radio anak muda, Geronimo FM aktif mengelola dan menyediakan wadah bagi  komunitas anak muda. Geronimo FM juga selalu inovatif dalam mengelola bisnis radio dan  selalu memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat  menjaga kepuasan pendengar dan mitra kerja.

Sejumlah musisi nasional yang lahir di Yogyakarta menjadi bagian dari sejarah perkembangan radio Geronimo. Sebut saja Sheila on 7 dan Jikustik. Sejak program G-Indie pada era 90an, hingga kini radio ini terus memberi wadah kepada musisi-musisi Indie untuk mengudara dan menarik hati kanca muda dalam playlist lagu di Geronimo.(*)







SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini