Seorang Peserta Geopark Trail Run Kebumen Dikabarkan Meninggal Dunia
Peserta asal Jepara, Jateng sempat mengeluh kurang enak badan di kilometer 3 rute 7 km
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Seorang peserta Geopark Trail Run (GTR) Kebumen, Minggu (13/7/2025) siang dikabarkan meninggal dunia. Peserta kategori 7 km dikabarkan meninggal dunia, setelah finis. Korban sempat dibawa ke sebuah rumah sakit, namun jiwanya tidak tertolong.
Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan, peserta asal Jepara, Jateng sempat mengeluh kurang enak badan di kilometer 3 rute 7 km.
Panitia menawarkan menjemput korban, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun korban menolak bantuan penjemputan, hingga akhirnya sampai di tempat star dan finis di Destinasi wisata Sagara View di Pantai Karangbolong.
Seorang peserta GTR kategori 7 km, Surya mengungkapkan, sekitar jam 10.15 WIB melihat sebuah ambulance meluncur ke bawah dari Segara View. Kecepatan ambulans sebuah puskesmas itu, kecepatannya seperti membawa pasien dalam kondisi gawat darurat.
“Sekitar jam itu saya melihat sebuah ambulance turun ke bawah, dengan kecepatan tinggi,” kata Surya.
Wartawan belum memperoleh konfirmasi kejadian ini dari panitia GTR. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Frans Haedar, yang biasanya mengangkat telepon atau merespon cepat japri, sejak Minggu (13/7) 2025) siang hari, hingga sore belum mengangkat dan merespon permintaan penjelasan.
Wartawan media ini kemudian meminta konfirmasi kejadian itu dan mohon penjelasan, apakah setiap peserta dilindungi asuransi jiwa atau tidak.
Ketika konferensi pers, Sabtu (12/7/2025) Frans hanya menjelaskan, setiap peserta wajib melampirkan surat keterangan sehat dari dokter.
Diberitakan sebelumnya, GTR di Kebumen yang digelar di kawasan Kebumen UNESCO Global Geopark ( UGGp) di Pantai Selatan Kebumen diikuti lebih dari 1600 peserta/ runner. Hanya 600 peserta warga Kebumen
Kegiatan hasil kerja sama Pemprov Jateng dan Pemkab Kebumen untuk pertama kalinya digelar.
Beberapa peserta mengungkapkan, rutenya bagi pemula, bukan rute yang ringan. Peserta yang tidak terlatih akan mengalami kesulitan fisik, karena rutenya, seperti pendakian gunung, terjal dan sempit.
Mereka menginap di hotel, home stay dan tenda di tempat start dan finish. Peserta mulai dilepas panitia jam 05.00 WIB. (*)
Nanang W Hartono
