Sebanyak 6.161 KKS Baru di Kabupaten Klaten Disalurkan
Ini semua adalah penerima baru, usulan baru. Penyaluran terakhir tanggal 2 Oktober.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- PT BNI 1946 mendistribusikan sebanyak 6.161 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru di Kabupaten Klaten. Penyaluran KKS tersebut berlangsung empat hari berturut-turut sejak Sabtu (29/9/2025) hingga Kamis (2/10/2025) besok di aula kantor camat masing-masing.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti SE, mengatakan penerima KKS tersebut merupakan usulan baru.
"Ini semua adalah penerima baru, usulan baru. Penyaluran terakhir tanggal 2 Oktober dan ini yang melalui BNI," katanya, Rabu (1/10/2025).
Pendistribusian KKS hari Rabu (1/10/2025) berlangsung serentak di tujuh kecamatan yakni Jogonalan, Klaten Tengah, Klaten Utara, Kebonarum, Juwiring, Trucuk dan Tulung.
Dipimpin camat
Di aula Kantor Camat Jogonalan, pendistribusian KKS secara simbolis dipimpin Camat Jogonalan, Murdoko, diterima salah seorang penerima manfaat.
Hadir dalam acara tersebut, Camat Jogonalan, Murdoko, perwakilan PT BNI 1946, pendamping PKH Kecamatan Jogonalan, TKSK Jogonalan dan 332 penerima KKS.
Di sela-sela mendistribusikan KKS tersebut, Murdoko berpesan kepada penerima agar memanfaatkan sebaik mungkin bantuan yang akan diterima. "Bantuannya nanti dari Kemensos (Kementerian Sosial)," ujar Murdoko.
Sani, salah seorang penerima KKS warga Desa Dompyongan merasa bersyukur atas diterimanya Kartu Keluarga Sejahtera tersebut. "Syukur Alhamdulillah, senang sekali. Sebelumnya saya tidak pernah menerima bantuan. Di rumah, saya hanya berdua sama anak ragil (bungsu)," katanya kepada koranbernas.id di Kantor Camat Jogonalan.
Sudah mampu
Pendamping PKH Kecamatan Jogonalan, Safrudin, menjelaskan di wilayah Kecamatan Jogonalan sedianya ada 332 penerima KKS, namun sembilan di antaranya tidak didistribusikan karena sudah mampu.
"Kartu ini nanti untuk menerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan), bantuan pangan (BPNT)," ujar Safrudin. (*)
Masal Gurusinga
