Sebanyak 206 Lansia di Bantul Ikuti Wisuda

Tidak ada ujian atau tes. Syarat wisuda kehadiran minimal 80 persen.

Sebanyak 206 Lansia di Bantul Ikuti Wisuda
Prosesi wisuda Sekolah Lansia Salimah (Salsa) tahun 2025. (sariyati Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sebanyak 206 peserta mengikuti wisuda Sekolah Lansia Salimah (Salsa) di Aula Pemda II Manding Bantul, Sabtu (13/12/2025). Mengenakan baju wisuda lengkap berikut toganya, para lansia baik perempuan ataupun laki-laki mengikuti prosesi dengan penuh semangat dan gembira.

Ada tujuh Lansia yang dinyatakan cumlaude yakni Purwaningsih (67) dari Salsa Al Muhajirin, Mardilah (85) Salsa Al Kautsar, Sri Atmi (80) Salsa Qurrota a'yun, Mujiyem (92) Salsa Ngudi Waras, Suprijati (81) Salsa Bulus Wetan, Tuginah (79) Salsa Khoirunnisa dan H Gijanto Ama Pd (79) dari Salsa Insan Mulia.

Ada juga Lansia inspiratif dalam wisuda ini di antaranya Ngadimin dari Salsa Al Kautsar Juwono yang menderita sakit stroke tapi tetap semangat mengikuti Salsa.

Direktur Salsa drg Prasasti Bintarum mengatakan Sekolah Lansia Salimah (Persaudaraan Muslimah) berdiri sejak tahun 2018 dengan siswa Mbah Putri, namun kini juga berkembang menerima siswa Lansia laki-laki. "Salsa ini awalnya menjadi program Bantul kemudian meluas ke DIY dan nasional," katanya.

Sepanjang hayat

Salsa sudah melaksanakan wisuda pertama pada tahun 2019 dengan 242 peserta terdiri S1 (Standar 1), lalu wisuda ke-2 pada tahun 2023 dengan peserta 511 terdiri S1 dan S2 serta wisuda hari ini adalah angkatan ketiga dengan 206 peserta dari jenjang S1, S2 dan S3.

"Wisuda adalah bentuk apresiasi kepada para lansia yang belajar sepanjang hayat. Tidak ada ujian atau tes. Syarat wisuda kehadiran minimal 80 persen, " kata dokter Sasti.

Selama mengikuti pembelajaran, lanjutnya, pada jenjang S1 terdiri transfer knowledge (pengetahuan) dengan kurikulum kesehatan, psikologi, keterampilan, budaya dan keagamaan.

Waktu belajar satu tahun dengan pembelajaran sebulan sekali. Durasi setiap pertemuan 2 hingga 3 jam. Tempatnya bisa di gedung pertemuan, masjid, gedung serbaguna dan tempat yang luas. Para pengajar yang akan datang ke lokasi dengan pertimbangan mobilitas Lansia terbatas sehingga pengajar yang proaktif mendatangi.

Ke pengajian

Jenjang S2 ditempuh dua tahun yang menekankan pada perubahan perilaku. Untuk S3 menekankan bagaimana subyek (lansia) ini mengajak lansia yang lain berkegiatan positif seperti senam Lansia, Posyandu Lansia dan mengajak ke pengajian.

Semua jenjang sekolah ini gratis. Kurikulum disusun bekerja sama dengan lembaga Indonesia Ramah Lansia berdasarkan acuan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial.

"Senang sekali bisa ikut wisuda hari ini," kata Gijanto, wisudawan dengan wajah berseri-seri. Selain wisuda dilakukan juga sosialisasi dengan materi kesehatan serta senam Lansia untuk mencegah stroke. (*)