Sambut Lebaran, DPRD DIY Minta Pemda Monitoring sampai Tingkat Desa

Lebaran tahun ini harus menjadi momentum penguat ekonomi rakyat dan solidaritas sosial.

Sambut Lebaran, DPRD DIY Minta Pemda Monitoring sampai Tingkat Desa
Konferensi pers Komisi A DPRD DIY membahas persiapan liburan lebaran Idul Fitri 1447 H, Senin (16/3/2206), di DPRD DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, DPRD DIY mendorong Pemda DIY agar memperketat pengawasan guna memastikan momen mudik dan libur Lebaran di wilayah tersebut berjalan aman, nyaman dan berkesan. Para wakil rakyat itu menyatakan pentingnya transparansi dan kenyamanan di sektor pariwisata.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, saat konferensi pers di DPRD DIY, Senin (16/3/2026), meminta Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melakukan monitoring sampai tingkat desa dan kalurahan.

Menurutnya, langkah ini dimaksudkan untuk mendukung rekayasa lalu lintas serta keamanan lingkungan berjalan optimal. Lebaran tahun ini harus menjadi momentum penguat ekonomi rakyat dan solidaritas sosial, mengingat situasi ekonomi yang sedang menantang.

"Kita dorong Lebaran tahun ini sebagai momentum mempererat solidaritas dan gotong-royong. Kita lihat di masjid-masjid masyarakat antusias mengirim takjil dan zakat sudah mulai dikelola. Ini modal sosial yang luar biasa untuk menopang ekonomi saudara-saudara kita," ujar Eko Suwanto.

Titik wisata

Wakil Ketua Komisi A, Hifni Muhammad Nasikh, menambahkan koordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilakukan. Berbagai posko telah disiapkan, mulai dari pos kesehatan hingga pos pemantauan di titik wisata.

Dia meminta dinas terkait memperketat pengecekan kelayakan jalan bus dan angkutan umum yang masuk ke DIY guna meminimalisir risiko kecelakaan. Pemudik yang membawa balita atau ibu hamil (terutama trimester pertama) diminta menjaga kondisi Kesehatan selama di perjalanan.

Mengingat lonjakan wisatawan di destinasi populer seperti Parangtritis, Kaliurang hingga pantai-pantai di Kulonprogo dan Gunungkidul, DPRD DIY memberikan peringatan keras terkait keselamatan air.

"Garis pantai selatan Jogja itu panjang dan palungnya dalam. Kami ingatkan wisatawan, jangan hanya terpukau ombak yang indah lalu langsung menceburkan diri tanpa waspada. Tetap fokus saat berfoto dan patuhi rambu peringatan," kata Hifni.

Harga kuliner

Demi menjaga citra Yogyakarta yang ramah dan nyaman, anggota Komisi A, Akhid Nuryati, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Yogyakarta yang mewajibkan pelaku UMKM kuliner mencantumkan daftar harga.

Pihaknya minta pelaku UMKM dan kuliner tidak aji mumpung dengan menaikkan harga secara tidak wajar. “Transparansi harga sangat penting agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali lagi ke Yogyakarta," kata Akhid.

Sedangkan Sekretaris Komisi A, Syarief Guska Laksana, optimistis suasana Yogyakarta tetap kondusif, toleran dan penuh nuansa budaya.

"Penduduk di desa-desa akan padat berkali-kali lipat. Kami harap seluruh elemen keamanan bersiaga agar nuansa khas Jogja yang aman, tertib dan berbudaya tetap terjaga hingga masa mudik usai," katanya. (*)