Jamin Kelancaran Lebaran 2026, Bank Mandiri Semarang Guyur Rp 4,18 Triliun Uang Tunai ke Masyarakat

Bank Mandiri Wilayah Semarang menyiapkan Rp 4,18 triliun uang tunai untuk Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Jamin Kelancaran Lebaran 2026, Bank Mandiri Semarang Guyur Rp 4,18 Triliun Uang Tunai ke Masyarakat
Petugas Bank Mandiri menyiapkan stok uang tunai, menghadapi musim libur Lebaran 2026. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Wilayah Semarang mengambil langkah berani untuk memastikan stabilitas transaksi masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Tak tanggung-tanggung, bank berkode emiten BMRI ini menyiapkan persediaan uang tunai sebesar Rp 4,18 triliun. Angka fantastis ini melonjak 17,92% dibandingkan periode tahun lalu, demi mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang kartal saat puncak arus mudik.

Regional CEO Bank Mandiri Jawa 2, Iwan Tri Imawan, menegaskan bahwa alokasi besar ini merupakan bagian dari strategi prudent untuk menjaga momentum konsumsi domestik.

“Kami menyiapkan Rp 2,797 triliun khusus untuk pengisian ATM dan CRM di wilayah Semarang selama periode 6 hingga 25 Maret 2026. Kami ingin masyarakat dapat menunaikan ibadah dengan tenang tanpa perlu khawatir kesulitan mengakses uang tunai,” ujar Iwan dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).

Sinergi Digital Livin’ by Mandiri dan Layanan Non-Tunai

Selain menyiapkan tumpukan uang tunai, Bank Mandiri memperkuat ekosistem digitalnya untuk mendukung kelancaran transaksi non-tunai. Iwan menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan likuiditas sebesar Rp 18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast secara nasional guna mengantisipasi lonjakan transfer antarbank. Di wilayah Semarang sendiri, nasabah dapat memanfaatkan 1.202 unit ATM/CRM dan lebih dari 32.164 mesin EDC yang beroperasi optimal 24 jam.

Vice President Bank Mandiri Area Yogyakarta Sulistriana menambahkan, bagi pemudik yang melintasi jalan tol, Bank Mandiri menawarkan kemudahan melalui super app Livin’ by Mandiri. Fitur top up e-money hingga pemesanan tiket wisata di fitur Sukha, akan memudahkan pemudik melakukan transaksi keuangan. Fitur ini, disebut akan menjadi andalan 37,9 juta pengguna yang kini terdaftar.

“Nasabah tidak perlu bingung saat di perjalanan, cukup gunakan Livin' untuk isi saldo e-money kapan saja. Kami juga menyediakan stok 1,1 juta kartu e-money di berbagai jaringan ritel dan stasiun untuk mendukung mobilitas arus mudik,” kata Sulis.

Bank Mandiri lanjut Sulistriana, juga memastikan kesiapan jaringan teknologi informasi secara optimal dengan membentuk tim monitoring IT yang siaga 24 jam guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada seluruh channel pembayaran elektronik. (*)