Rabu, 21 Okt 2020,


saat-pandemi-petani-gunungkidul-justru-panen-raya-semangka-inulBupati Gunungkidul, Badingah, menunjukkan buah semangka yang baru saja dipanen di Padukuhan Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Jumat (16/10/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono

Saat Pandemi, Petani Gunungkidul Justru Panen Raya Semangka Inul


SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Pandemi Covid-19 justru memicu masyarakat Gunungkidul untuk mengolah lahan pertanian. Dengan mengolah lahan pertanian, selain meningkatkan imun, juga membawa harapan baru.

Ditanami buah semangka, salah satunya jenis Inul, hasilnya sangat luar biasa. Selain buahnya yang lebih besar, Semangka Inul juga lebih manis.


Baca Lainnya :

Untuk membangkitkan semangat petani, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah SSos, secara khusus ikut melakukan panen semangka di Padukuhan Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Jumat (16/10/2020).

Budi Susilo selaku pendamping petani di Padukuhan Klayar mengatakan, ide mengembangkan konsep agrowisata baru dicetuskan sekitar 3 bulan lalu. Semangka pun jadi komoditas pertama yang dikembangkan dari konsep tersebut.


Baca Lainnya :

“Tak disangka, ide tersebut direspon baik oleh petani setempat. Begitu juga pengunjung. Terbukti dari hasil panen semangka yang melimpah dalam beberapa waktu terakhir,” katanya.

Menurutnya, panen awal sudah mencapai sekitar 1 ton, dan itu untuk konsumsi warga sekitar. Lahan yang saat ini sudah dimanfaatkan luasnya mencapai 1,2 hektar. Ada 3 jenis semangka yang dibudidayakan yakni biji, non-biji, serta jenis yang disebut sebagai Semangka Inul.

Budi mengatakan, lahan yang dikembangkan nantinya akan lebih luas lagi. Warga pun sudah bersedia mengajukan lahan pribadi milik mereka untuk konsep agrowisata. Total ada lahan seluas 2 hektar yang siap dimanfaatkan.

"Saat ini masih pembenahan, tapi pastinya ke depan akan dibuka wisata untuk umum," katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah, dalam kesempatan ini mengaku bangga karena keberhasilan petani dalam memanen semangka saat musim kemarau. Menurut Badingah, Agro Klayar ini warga sekitar mengembangkan konsep wisata di mana pengunjung bisa ikut memanen dan membawa pulang semangka yang dipanen.

"Saat situasi masih pandemi seperti ini, tentu patut disyukuri karena para petani berhasil membangun dan mengembangkan Agro Klayar ini," katanya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini