Ribuan Warga NU Sedayu Kirab Peringati Hari Santri
KORANBERNAS.ID -- Dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh tanggal 22 Oktober, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sedayu Bantul, menggelar kirab NUsantara, Minggu (20/10/2019).
Peserta usai dilepas oleh Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, selanjutnya berjalan kaki menempuh rute dari Balai Desa Argodadi menuju Lapangan Argorejo Sedayu.
Kirab kali ini diikuti sekitar 2.000 orang terdiri dari pengurus MWC NU dan badan otonom, para santri serta warga Nahdliyin dari berbagai kelompok. Di antaranya jamaah tahlilan, jamaah yasinan, manaqib, shalawat.
Ketua Panitia, Anwarul Fahmi, mengatakan sebelum puncak acara yang ditandai dengan kirab, dilaksanakan beragam kegiatan.
Diawali silaturahim kecamatan (Silatcam) pada Minggu (29/9/2019) di Gedung Serbaguna Balai Desa Argodadi.
Silatcam dihadiri sekitar 200 orang terdiri pengurus MWC NU Sedayu, pengurus Badan Otonom NU Sedayu seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, UPZISNU, LDNU dan RMI NU Sedayu serta para kader penggerak NU Sedayu.
Dilanjutkan Sabtu (19/10/2019) di Gelanggang Olah Raga Desa Argorejo pukul 06.00:16.00 berlangsung semaan Al Quran 30 juz oleh hafidz/hafidzoh NU Sedayu.
Pada waktu bersamaan dilaksanakan pula berbagai lomba yang diikuti sekitar 100 anak-anak usia TK dan PAUD. Di antara lomba adzan, hafalan doa, hafalan surat pendek, fasholatan dan mewarnai.
Sabtu (19/10/2019) malam di Lapangan Argorejo digelar acara Sedayu Bershalawat dan Haul Akbar.
Usai salat Magrib berlangsung istighotsah kubro dipimpin oleh Kiai Muhadi, tujuannya untuk mendoakan para pahlawan dan pendiri NU.
Sedangkan gebyar shalawat dipimpin oleh Habib Syech Bin Abdul Qadir Al-Athas, diiringi oleh 100 penerbang dari grup shalawat se-Kecamatan Sedayu.
Juga ada pemutaran film mengenai kiprah NU Sedayu, pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sedayu masa khidmat 2019-2021 dan pengajian bersama KH Ali Munir dari Salaman Magelang.
Pengajian dihadiri sekitar 2.000 orang jamaah berasal dari Kecamatan Sedayu dan sekitarnya.
"Tujuan diselenggarakannya peringatan Hari Santri ini untuk menumbuhkan rasa cinta kepada para ulama, terutama untuk anak-anak dan para santri sehingga bisa melanjutkan perjuangan para ulama," kata Anwarul.
Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dalam sambutannya mengatakan Hari Santri merupakan suatu apresiasi untuk para santri. “Hari Santri yang ditetapkan tanggal 22 Oktober ditandai peristiwa penting,” ucap dia.
Tak lama usai Proklamasi Kemerdekaan RI atau pada 22 Oktober, KH Hasyim Asyari bersama para kiai se-Jawa dan Madura menggelorakan semangat jihad melawan penjajah yang mendarat di Tanjung Perak Surabaya.
Atas dasar semangat jihad itulah terlahir Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama. Jihad bagi NU adalah mempertahankan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang-undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Jadi bukan jihad dengan mengebom dan menzalimi orang atau kelompok yang berbeda, tetapi jihad mempertahankan kedaulatan,” tambahnya.
Di tengah berbagai masalah kebangsaan, di mana Indonesia yang terdiri dari berbagai perbedaan, NU dan para santri diharapkan bisa tampil mendamaikan situasi untuk mempertahankan NKRI.
“Para santri memiliki nasab sebagai pejuang. Itulah yang ditunjukkan oleh KH Hasyim Asyari dan para kiai se-Jawa Madura," kata Halim. (sol)