Selasa, 30 Nov 2021,


resmi-nama-pupuk-itu-sleman-organikSri Purnomo meninjau pembuatan pupuk organik di Padukuhan Bibis, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Rabu (21/10/2020). (Istimewa)


Nila Hastuti
Resmi, Nama Pupuk Itu Sleman Organik

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Bupati Sleman, Sri Purnomo meluncurkan pupuk pertanian “Sleman Organik” di Padukuhan Bibis, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Rabu (21/10/2020). Produksi pupuk organik ini merupakan inisiatif dari Paguyuban Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Sleman.


Ketua Paguyuban Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Sleman, Habib Habudin menjelaskan, bahwa produksi pupuk dalam jumlah besar ini berawal dari keprihatinan kondisi tanah pertanian di Kabupaten Sleman mulai menurun kandungan unsur organiknya. Padahal potensi bahan untuk meningkatkan unsur organik tanah di Kabupaten Sleman sangat melimpah.

  • Masyarakat Tak Perlu Takut Donor Darah Meski Sedang Pandemi Covid-19
  • Cara Unik Mahasiswa UGM Menolak Omnibus Law

  • “Kondisi tersebut membuat kami bertekad bersama teman-teman untuk mewujudkan pupuk pertanian Sleman organik ini. Diharapkan pupuk ini dapat menyuburkan kembali tanah pertanian,” tuturnya.

    Habudin menjelaskan, konsep pengelolaan pupuk pertanian Sleman dikoordinir oleh PPS. Setiap kelompok kandang atau pengelola pupuk, memproduksi sesuai standar operasional yang sama dan sudah ditentukan.

  • SMK 2 Klaten, Mengelola Sampah Organik dengan Budidaya Lalat Tentara Hitam
  • Empat TPP Sleman Lolos Seleksi Penerapan Protokol Kesehatan Kemenkes RI

  • “Standar operasionalnya, yang masuk dalam kategori pupuk pertanian Sleman adalah pupuk yang sudah difermentasi. Kurang lebih membutuhkan waktu selama satu bulan untuk memprosesnya dengan menambahkan bakteri aktif dan agen hayati,” jelas Habudin.

    Dia berharap dengan proses fermentasi ini, nantinya pupuk memenuhi standar dan dapat digunakan untuk kebutuhan pertanian Kabupaten Sleman dan sekitarnya.

    Ketua Panitia Pelaksana, Handayatman mengatakan, saat ini Sleman memiliki 15 kelompok atau unit yang memproduksi pupuk organik. Setiap unit, memiliki potensi produksi mencapai 25 ton dalam sebulan.

    “Pupuk pertanian Sleman organik saat ini kami kemas dalam karung dengan berat 20 Kg. Setiap karung kami jual 17 ribu,” katanya.

    Sri Purnomo menyambut baik peluncuran pupuk tersebut. Dia berharap produk pupuk pertanian Sleman organik tersebut memiliki standar yang konsisten.

    “Kualitasnya harus benar-benar dikontrol, baik dari segi formulasi dan takaran isi supaya kepercayaan para konsumen terus meningkat dan semakin meluas,” kata Sri Purnomo. (*)

     

     



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini