Reses Bersama, Empat Senator DIY Cek Gudang Bulog Purwomartani
Berbagai masukan dari lintas sektoral ini akan diramu menjadi rekomendasi resmi DPD RI.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Empat anggota DPD RI perwakilan DIY, yakni GKR Hemas, Hilmy Muhammad, Ahmad Syauqi Soeratno, dan Yashinta Sekarwangi Mega, menggelar agenda Reses Bersama dengan mendatangi Gudang Bulog Purwomartani, Kalasan Sleman, Selasa (3/3/2026).
Kunjungan kerja kolektif para senator asal Yogyakarta ini bertujuan memperkuat sinergi pengawasan stok serta menjaga stabilitas harga pangan di wilayah DIY. Kedatangan rombongan disambut Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta, Dedi Aprilyadi.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho, Kepala BIN DIY Brigjen TNI Firyawan serta Kompol Suranto selaku perwakilan Satgas Pangan Polda DIY.
Dalam forum diskusi yang dipandu oleh Intan dari Sekretariat DPD RI, GKR Hemas yang juga menjabat Wakil Ketua DPD RI menyampaikan dialog dan kunjungan lapangan ini merupakan langkah konkret sinergi pengawasan pangan. Berbagai masukan dari lintas sektoral ini akan diramu menjadi rekomendasi resmi DPD RI demi ketahanan pangan nasional.
Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas bertukar cenderemata dengan Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta, Dedi Aprilyadi. (sholihul hadi/koranbernas.id)
GKR Hemas menambahkan, mengingat saat ini memasuki Ramadan dan menyongsong Idul Fitri 1447 H, kegiatan ini merupakan bagian integral dari fungsi pengawasan legislatif. Masukan dari berbagai pihak termasuk di lapangan dijadwalkan akan dilaporkan secara resmi dalam sidang DPD RI di Jakarta yang dijadwalkan 13 Maret 2026.
Permaisuri Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut berharap agar langkah ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. Selain itu, kunjungan ini bertujuan untuk mengawal agar kebijakan pemerintah di tingkat daerah berjalan selaras dengan kebutuhan warga.
Model Reses Bersama ini dinilai menjadi keunikan tersendiri bagi DPD RI DIY yang tidak ditemukan di provinsi lain. “Kami berempat memiliki mandat untuk mengawasi sekaligus mendukung Bapak Gubernur dalam menstabilkan harga selama Ramadan hingga lebaran nanti,” ungkap GKR Hemas.
Khusus pada peninjauan di Gudang Bulog Purwomartani kali ini, kontribusi nyata DPD RI difokuskan pada pengawalan aspek distribusi beras agar tepat sasaran dan lancar.
Anggota DPD RI DIY Hilmy Muhammad dan Ahmad Syauqi Soeratno serta Yashinta Sekarwangi Mega menyampaikan keterangan pers di sela meninjau Gudang Bulog Purwomartani. (sholihul hadi/koranbernas.id)
GKR Hemas menyadari fluktuasi harga bahan pokok menjelang Lebaran seolah telah menjadi fenomena tahunan. Hal ini dipicu oleh dinamika pasar di mana para pedagang juga ingin menikmati hari raya.
Namun, prinsip utamanya adalah mencegah terjadinya gejolak di masyarakat dengan memastikan bahan pokok tetap terjangkau. Mengingat biaya distribusi sering kali membengkak akibat faktor angkutan, Bulog diharapkan tetap menjadi tumpuan utama dalam memenuhi kebutuhan pangan warga.
Senada dengan itu, Hilmy Muhammad menyatakan kehadirannya di Purwomartani adalah bentuk komitmen pengawasan untuk menjamin stabilitas harga pangan.
“Kita harus memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap stabil, dan stok selalu mencukupi. Tujuannya agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gus Hilmy.
Minat pasar
Dia memberikan catatan apresiatif sekaligus kritis meski DIY menyandang status surplus bahan pangan, tingkat inflasi terkadang tetap tinggi karena tingginya minat pasar terhadap produk asal Yogyakarta.
Sementara itu, Ahmad Syauqi Soeratno menyampaikan mengenai tantangan ekonomi potensi inflasi. Kehadirannya sebagai anggota DPD RI bertujuan memastikan keterjangkauan, seperti fenomena harga kangkung yang sempat menyentuh Rp 10 ribu per ikat.
Menurut Syauqi tidak semua warga memiliki daya beli yang tangguh terutama mereka yang hidup dengan sistem pendapatan harian. Kelompok rentan inilah yang perlu diprioritaskan agar tidak terjadi gejolak sosial akibat kesulitan pangan.
Sementara itu Yashinta Sekarwangi Mega menjelaskan DPD RI hadir sebagai representasi daerah yang menjalankan mandat lintas komite, mencakup pengawasan distribusi, logistik pertanian, kesejahteraan kelompok rentan, hingga tata kelola subsidi pangan.
Masih terkendali
Reses bersama kali ini adalah memastikan kehadiran negara melalui instrumen Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog. Hal ini krusial untuk menjaga daya beli warga Yogyakarta di tengah tantangan cuaca dan hambatan distribusi menjelang Idul Fitri 1447 H.
Berdasarkan pantauan lapangan yang dilakukannya bersama TPID DIY di Kulonprogo dan Sleman baru-baru ini, Yashinta menilai stabilitas harga dan stok bahan pokok di DIY secara umum masih terkendali. Sinkronisasi data dengan realitas di pasar eceran tetap menjadi kunci mitigasi kenaikan harga musiman.
Menanggapi para senator, Dedi Aprilyadi menyatakan stok beras dan minyak goreng di DIY saat ini sangat berlimpah. Dia meminta masyarakat untuk tidak panik (panic buying) karena persediaan di gudang masih sangat mencukupi.
“Posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang BULOG DIY per awal Maret 2026 mencapai 48.115 ton. Jumlah ini sangat aman untuk meng-cover kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri,” jelas Dedi.
Menutup rangkaian agenda reses, anggota DPD RI dari DIY tersebut meninjau langsung tumpukan ribuan ton beras di dalam gudang. Didampingi jajaran Bulog, mereka memastikan beras yang tersimpan memiliki kualitas yang baik dan layak konsumsi bagi masyarakat. (*)
---
