relokasi-pasar-tak-seindah-harapan-pedagangKios pasar buah Sungkur di Jalan Andalas Klaten yang dikebut penyelesaiannya oleh penyedia jasa. (masal gurusinga/koranbernas.id)


masal-gurusinga-2

Relokasi Pasar Tak Seindah Harapan Pedagang

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Para pedagang pasar buah Sungkur Klaten mempertanyakan pembangunan puluhan unit kios oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) tahun ini.

Pembangunan dilaksanakan tanpa menebang pohon di depan kios sehingga diperkirakan kelak bisa mengganggu aktivitas mereka.


Baca Lainnya :

Para pedagang juga mempertanyakan ukuran kios yang relatif sempit dan tidak nyaman dipakai berjualan.

Ditemui di pasar buah Sungkur, Kamis (17/10/2019) beberapa pedagang mengatakan sebelum berjualan di pasar buah Sungkur, mereka berjualan di sepanjang Jalan Bali.


Baca Lainnya :

Karena jalan itu dikosongkan dan tidak boleh berjualan, para pedagang direlokasi ke pasar buah Sungkur Jalan Andalas.

"Sebelum di sini kami jualan di Jalan Bali. Tapi karena di sana (Jalan Bali) sudah tidak boleh untuk jualan, kami dipindah ke sini semua," ujar beberapa pedagang.

Relokasi pedagang dari Jalan Bali ke pasar buah Sungkur ternyata tidak seindah yang dibayangkan para pedagang.

Bangunan pasar buah yang sudah ada ternyata tidak bisa menampung seluruh pedagang dari Jalan Bali.

Sebagian pedagang ada yang menempati bangunan pasar buah yang baru dan sebagian lagi mendirikan kios darurat di kawasan hutan kota Sungkur di samping pasar itu.

Tahun ini Disdagkop dan UKM melanjutkan pembangunan tahap dua pasar buah Sungkur dengan membangun 40 unit kios ukuran 1,5 x 2 meter.

Kios itu dimaksudkan untuk menampung para pedagang dari Jalan Bali yang belum tertampung.

“Kalau sudah selesai semua pedagang dari Jalan Bali akan menempati kios ini," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan pasar buah Sungkur tahap dua, Hery Susilo, di pasar setempat.

Pembangunan kios dengan anggaran sekitar Rp 250 juta itu masih dalam tahapan penyelesaian oleh pihak penyedia jasa.

Sayangnya, kata dia, beberapa pohon di depan kios tidak boleh ditebang oleh pengelola hutan kota.

Mantan Kepala UPTD Pasar Wilayah Jogonalan Disdagkop UKM itu menambahkan, selain pepohonan yang tidak boleh ditebang, keberadaan tempat penampungan sampah sementara (TPS) Sungkur di samping pasar buah juga bisa mengganggu kenyamanan pedagang saat berjualan, jika tidak segera ditutup. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini