PWI Sleman Siap Kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan

Menjaga dan mengembangkan kebudayaan tidak cukup hanya dengan menampilkan seni pertunjukan.

PWI Sleman Siap Kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Ishadi Zayid ketika menerima audiensi jajaran pengurus PWI Sleman, Rabu (10/9/2025). (nila hastuti/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sleman melakukan audiensi dengan Dinas Kebudayaan Sleman, Rabu (10/9/2025), di ruang rapat dinas setempat. Pertemuan ini membahas kesiapan dan peluang kolaborasi antara organisasi profesi wartawan dengan pemerintah daerah dalam bidang informasi, kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Ishadi Zayid, menyambut baik komitmen PWI Sleman. Dia menilai media memiliki peran penting mendukung program pemerintah, termasuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata.

“Kami mengapresiasi kontribusi rekan-rekan PWI, misalnya saat Hari Pers Nasional dengan kegiatan donor darah dan berbagai agenda lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, kami ingin berkolaborasi lebih erat, misalnya dalam memperkenalkan spot budaya, mendukung kegiatan museum, dan menguatkan keterlibatan anak muda dalam pelestarian budaya,” kata Ishadi.

Menurutnya, menjaga dan mengembangkan kebudayaan tidak cukup hanya dengan menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga menguatkan pemahaman generasi muda agar mencintai warisan budaya. “Harapannya, media bersama pemerintah bisa menjadi motor penggerak pelestarian kebudayaan di Sleman,” tandasnya.

Jajaran pengurus PWI Sleman foto bersama dengan jajaran Dinas Kebudayaan Sleman usai audiensi, Rabu (10/9/2025). (istimewa)

Ketua PWI Sleman, Wisnu Wardhana, menjelaskan PWI merupakan salah satu organisasi profesi wartawan yang telah terverifikasi Dewan Pers. “Banyak organisasi wartawan, tetapi hanya empat yang sudah terverifikasi Dewan Pers, yaitu PWI, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI),” ujar Wisnu.

Menurutnya, untuk menjadi anggota PWI, wartawan wajib lolos uji kompetensi yang diselenggarakan Dewan Pers, dengan syarat bekerja di media berbadan hukum pers.

“Hal ini yang membedakan kami dengan organisasi lain. Karena sekarang membuat website itu mudah, begitu juga membuat kartu pengenal wartawan. PWI ingin menjaga standar profesi,” tambah Wisnu.

Wisnu juga menjelaskan langkah strategis PWI Sleman yang kini memiliki wadah usaha sendiri melalui Koperasi Jasa Pena Sembada Sejahtera. “Pada 2024 kami dipercaya Dinas Kominfo untuk sosialisasi Pilkada. Namun karena belum memiliki badan usaha, kami harus meminjam badan usaha pihak lain. Dari pengalaman itu, akhirnya kami mendirikan koperasi agar kerja sama ke depan lebih efektif,” ungkap Wisnu. (*)