Puluhan Baliho Paslon Pilkada Dirusak

Puluhan Baliho Paslon Pilkada Dirusak

KORANBERNAS.ID,SLEMAN--Puluhan alat peraga kampanye (APK) baik berupa poster baliho maupun gambar lainnya yang dipasang tim dari pasangan calon  (paslon) Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) dirusak oleh orang tak dikenal. Kerusakan APK tersebut diketahui, Sabtu (3/10/2020). Diduga perusakan dilakukan sehari sebelumnya.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sleman, Surana menjelaskan, perusakan itu terjadi di dua lokasi. Lokasi pertama di sepanjang dusun Lemahbang, Kalurahan Gayamharjo Kecamatan Prambanan. Lokasi kedua ditemukan di Sokategal sampai Dermo, Kalurahan Merdikorejo Kecamatan Tempel.

“Di Lemahbang, kami menemukan setidaknya 10 poster atau baliho yang dirusak/dicabut dan kemudian dibuang,” kata Surana, Minggu (4/10/2020).

Sedangkan di Sokategal sampai Dermo, lanjutnya, deretan baliho bergambar pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Sleman yang diusung PKS, Partai Golkar dan Partai NasDem ini dirobek dengan menggunakan benda tajam.

Baliho-baliho tersebut kebanyakan  dirobek di bagian foto kedua kandidat. Sementara baliho lainnya dirusak/dicabut dan dibuang di sekitar jalan raya.

 “Kami tidak akan diam, kasus ini akan kami laporkan ke Bawaslu dan Polres Sleman. Kami ingin kasus ini segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan gesekan di masyarakat,” tegas Surana yang juga anggota DPRD Sleman.

Sementara Ketua Tim Pemenangan, Hasto Karyantoro meyakini, perusakan ini dilakukan oleh pendukung kandidat lain. Dia menduga mereka tidak mau bersaing secara fair sehingga memilih skenario gaduh.

“Saya tidak yakin ini dilakukan masyarakat sekitar. Mereka sengaja menciptakan kegaduhan dengan cara merusak alat peraga kampanye,” kata  Hasto, yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Sleman itu.

Sementara calon Bupati Sri Muslimatun turut berkomentar. Sosok yang dikenal sebagai “Mboke Wong Sleman” itu mengingatkan kepada pendukungnya agar bersikap tenang dan tidak terpancing provokasi.

“Percayakan pada Bawaslu dan Kepolisian. Kami komitmen menjaga kondusifitas sebagaimana saat deklarasi damai bersama seluruh elemen Pilkada,” tutur Sri Muslimatun.(*)