Program Genting di Klaten Peringkat Enam Jawa Tengah

Ada dukungan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang yang meneruskan ke Ketua TP PKK kecamatan dan TP PKK desa.

Program Genting di Klaten Peringkat Enam Jawa Tengah
Kepala Dinsos P3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dilaksanakan di Kabupaten Klaten menduduki nomor urut enam di Provinsi Jawa Tengah. Peringkat tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah pada malam apresiasi Duta Genre di Candi Sewu Prambanan, baru-baru ini.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Klaten, Puspo Enggar Hastuti, saat dikonfirmasi menyatakan benar.

"Benar. Kemarin waktu malam apresiasi Duta Genre Kabupaten Klaten disampaikan langsung oleh Kaper (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa) bahwa Kabupaten Klaten masuk di enam besar," katanya di Desa Gombang Kecamatan Cawas, Kamis (4/9/2025).

Saat ditanya indikator penilaian, mantan Camat Prambanan itu menjelaskan dilihat dari nominal dana yang dikeluarkan oleh orang tua asuh kepada keluarga rentan stunting (KRS) mencapai lebih dari Rp 1 miliar. "Yang jelas dana ini tidak boleh menggunakan anggaran pemerintah. Ini murni dari orang tua asuh dari berbagai kalangan," ujar Puspo.

Dukungan

Dia menjelaskan, orang tua asuh program Genting di Kabupaten Klaten dari Tim Penggerak PKK kabupaten, kecamatan hingga desa, perusahaan melalui CSR-nya, akademisi maupun Ikatan Penyuluh (IPeKB) Kabupaten Klaten yang bergotong-royong ikut mensukseskan program Genting.

Menanggapi program Genting yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Klaten, kata Puspo, pihaknya mendapat dukungan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang yang meneruskan ke Ketua TP PKK kecamatan dan TP PKK desa agar ikut berkontribusi dalam program Genting.

Hasilnya, di wilayah Kecamatan Wedi ada belasan anak asuh yang di-cover oleh pengurus TP PKK menjadi sasaran program Genting. Program Genting bisa berwujud nutrisi dan non-nutrisi. Program nutrisi dengan pemberian asupan makanan tambahan selama 6 bulan dengan anggaran Rp 2,7 juta. Sedangkan non-nutrisi dapat berupa pembangunan jambanisasi dan akses air bersih.

Seperti yang dilakukan PT Sari Husada di Desa Tegalmulyo Kecamatan Kemalang. Di tempat itu, Sari Husada menggali sumur yang airnya akan disalurkan ke rumah warga, dan masih ada bantuan dari beberapa orang tua asuh lainnya. (*)