Kamis, 26 Mei 2022,


prof-sri-nugroho-marsoem-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugmProf Sri Nugroho Marsoem saat pidato pengukuhan Guru Besar UGM Teknologi Hasil Hutan pada Fakultas Kehutanan UGM di kampus setempat, Kamis (20/1/2022). (istimewa)


Yvesta Putu Ayu Palupi
Prof Sri Nugroho Marsoem Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kayu memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) termasuk kebijakan di Indonesia telah mendorong peningkatan nilai tambah kayu.


"Kayu yang tak hanya diekspor dalam bentuk kayu bulat, tetapi dijual dalam bentuk produk yang bernilai tambah dan perolehan devisa yang lebih baik," ungkap Prof Sri Nugroho Marsoem dalam pidato pengukuhan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Teknologi Hasil Hutan pada Fakultas Kehutanan UGM di kampus setempat, Kamis (20/1/2022).

  • DIY Meloncat di Urutan Pertama
  • Panen Padi Kini Cukup Duduk di Kursi

  • Dalam pidato berjudul Kayu, Kita, dan Kelestarian Lingkungan, Sri Nugroho menyampaikan kayu adalah bahan yang sangat penting di kehidupan manusia. Namun banyak tantangan sekaligus peluang dalam pemanfaatannya khususnya terhadap pelestarian lingkungan.

    Pemanfaatan kayu secara lestari perlu didasari dengan pengetahuan tentang karakteristiknya. Dengan begitu diharapkan pemanfaatnya bisa memberi nilai tambah setinggi mungkin.

  • Beban Mengajar Terlalu Besar, Dosen Kesulitan Riset
  • Prof Kaelan Prihatin Pancasila Hanya Dijadikan Label

  • "Ilmuwan dan pengolah kayu memiliki tugas meningkatkan peran dan nilai tambah kayu. Hingga kini masih banyak jenis kayu yang belum dimanfaatkan dengan baik," jelasnya.

    Disebutkan, hutan di Indonesia cukup berpotensi sebagai penghasil kayu untuk konsumsi dalam negeri maupun internasional. Hal ini didukung dengan wilayah yang cukup luas ditambah jenis pohon kayu penyusunnya sangat beragam.

    Merujuk studi yang dilakukan Martawijaya dkk (2005) terdapat sekitar 4.000 jenis pohon kayu yang tumbuh di dalam hutan dan banyak di antaranya bernilai komersial tinggi.

    "Ilmuwan dan pengolah kayu perlu meningkatkan manfaat kayu bagi masyarakat. Manfaat yang dimaksud baik sebagai pemberi kesempatan kerja, penerimaan yang adil maupun dalam memperbaiki kelestarian lingkungan," tandasnya. (*)


    TAGS: UGM  profesor 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini