Prihatin Dampak Globalisasi, DPRD Klaten Sosialisasi Perda PIP
Banyak terjadi kekerasan yang direkam video dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, kemudian disebarkan melalui sosial media.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten, Edy Sasongko, menyatakan prihatin terhadap dampak negatif globalisasi. Saat ini, Pancasila sebagai Ideologi bangsa sudah tidak digagas dan banyak kejadian di masyarakat yang menyimpang.
"Pancasila dan UUD 1945 adalah pegangan kita. Pancasila panduan kita berbangsa dan bernegara. Karenanya tantangan tantangan di era globalisasi banyak sekali," kata Edy Sasongko pada Sosialisasi Perda Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di aula Kantor Camat Pedan, Selasa (2/7/2024).
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, kalau tidak ada Pancasila dan Wawasan Kebangsaan hidup akan runyam dan bisa terjadi disintegrasi. Untuk mencegah hal itu terjadi maka perda tersebut disosialisasikan.
"Diselenggarakan lewat sosialisasi yang ditujukan kepada masyarakat, tokoh masyarakat, peserta didik dan mahasiswa, penyelenggara pemerintah di daerah, ASN dan pendidik," ujar Edy Sasongko yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Klaten itu.
Dampak negatif
Pada acara sosialisasi Perda Nomor 13 Tahun 2023 tersebut, hadir sebagai narasumber sejumlah anggota DPRD lainnya yakni Andung Dwipayana (Partai Demokrat), Wiyanto (PAN) dan Fahrudin (PDI Perjuangan).
Camat Pedan, Didik Sudiharto, mengatakan peserta sosialisasi terdiri perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Anggota Komisi I DPRD Klaten, Fahrudin menyoroti dampak negatif sosial media di era globalisasi. Menurutnya, tentangan ke depan yang dihadapi sangat luar biasa, khususnya melalui media elektronik yang jangkauannya luas sekali.
Menurutnya, banyak terjadi kekerasan yang direkam dalam video dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kemudian disebarkan melalui sosial media.
Dia mengingatkan, warga negara yang baik agar bijak menggunakan sosial media. "Sebab, jarimu akan bisa menjadi harimaumu," tegasnya. (*)