Polres Bantul Gelar Operasi Keselamatan Progo 2026
Fokus kami menciptakan suasana nyaman bagi masyarakat yang akan menyambut bulan puasa.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Polres Bantul resmi memulai langkah strategis meningkatkan keamanan dan ketertiban lalu lintas di wilayah Bumi Projotamansari. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Keselamatan Progo 2026 yang melibatkan seluruh jajaran Polsek serta didukung penuh oleh instansi terkait lainnya.
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, Minggu (1/2/2026), menjelaskan operasi ini dijadwalkan berlangsung 14 hari penuh dengan melibatkan 240 personel. Kegiatan dimulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026 di seluruh wilayah hukum Polres Bantul dengan fokus utama pada bidang lalu lintas yang mengedepankan tindakan preemtif dan preventif.
"Kami ingin memastikan sebelum memasuki bulan suci Ramadan, kondisi jalan raya di Bantul benar-benar kondusif dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan," ujar AKBP Bayu Puji Hariyanto.
Menurut Kapolres, operasi kali ini mengusung tema besar yaitu terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman, nyaman, serta selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Menyambut ramadan
Upaya ini merupakan bentuk cipta kondisi bagi masyarakat menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah agar aktivitas ibadah dan mudik nantinya berjalan tanpa kendala.
"Fokus kami adalah menciptakan suasana yang nyaman bagi masyarakat yang akan menyambut bulan puasa dan Idul Fitri, sehingga kami melakukan persiapan lebih awal melalui cipta kondisi ini," tambahnya.
Petugas di lapangan diperintahkan mengedepankan cara bertindak yang edukatif, persuasif dan humanis. Meski demikian, penegakan hukum tetap dilakukan melalui sistem elektronik maupun pemberian teguran sebagai bentuk pembinaan kepada pengguna jalan.
Kapolres menegaskan petugas tidak akan sekadar memberi sanksi, melainkan memberikan pemahaman yang mendalam kepada pengendara.
Sisi humanis
"Personel di lapangan akan mengedepankan sisi humanis, kami lebih banyak memberikan edukasi agar masyarakat paham bahwa aturan dibuat untuk melindungi nyawa mereka sendiri," tegasnya.
Kapolres Bantul menjelaskan tindakan tilang akan diberikan secara selektif kepada para pengguna jalan yang melakukan pelanggaran yang berpotensi kuat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Sanksi berupa teguran tetap dikedepankan sebagai peringatan awal bagi masyarakat sebelum petugas mengambil tindakan hukum yang lebih tegas.
Beberapa poin yang menjadi sasaran prioritas dalam Operasi Keselamatan Progo meliputi aksi balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar atau brong, serta kendaraan yang tidak dilengkapi plat nomor atau TNKB.
Selain itu, petugas juga akan menyasar pengemudi yang tidak menggunakan helm maupun sabuk keselamatan, pengendara yang melawan arus, sepeda motor yang masuk jalur cepat, pengemudi di bawah umur, hingga kendaraan yang membawa penumpang lebih dari kapasitas semestinya.
Knalpot brong
"Target kami jelas, yaitu pelanggaran kasat mata yang selama ini sering menjadi penyebab kecelakaan, seperti penggunaan knalpot brong yang meresahkan hingga aksi balap liar yang membahayakan nyawa penggunanya maupun orang lain," jelasnya.
Tujuan akhir dari operasi besar ini adalah berkurangnya jumlah pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas serta meminimalisir fatalitas korban di jalan raya. AKBP Bayu Puji Hariyanto berharap disiplin masyarakat dalam berlalu lintas meningkat secara signifikan sehingga tercipta situasi yang kondusif menjelang hari raya.
"Kami berharap angka kecelakaan dan fatalitas korban bisa ditekan serendah mungkin, karena satu nyawa sangatlah berharga," ucapnya.
Melalui pendekatan yang lebih bersahabat namun tetap berwibawa, jajaran Polres Bantul berupaya meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polri. Harapannya, masyarakat bukan hanya takut pada sanksi, namun sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama saat berkendara di jalan raya. (*)
Sariyati Wijaya
