Selasa, 27 Okt 2020,


pns-wajib-belajar-membaca-dan-menulis-aksara-jawaPNS di lingkungan Pemkab Gunungkidul mengikuti Pelatihan Membaca dan Menulis Aksara Jawa, di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Selasa (29/9/2020).(sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono

PNS Wajib Belajar Membaca dan Menulis Aksara Jawa


SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL--PNS di lingkungan Pemkab Gunungkidul secara khusus diajari membaca dan menulis aksara Jawa.

Kegiatan yang dilakukan Kundha Kabudayaan (Dinas Kebudayaan) Gunungkidul selama 2 hari di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, dibuka oleh Kepala Kundha Kabudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono, Selasa (29/9/2020).


Baca Lainnya :

Menurut Sigit Pramudyanto Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, dan Sastra, sebanyak 30 orang peserta merupakan perwakilan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gunungkidul. Mereka tidak hanya mendengarkan ceramah para narasumber, tetapi juga praktek belajar membaca dan menulis aksara Jawa.

“Sehingga kami harapkan nantinya setiap OPD mempunyai SDM yang bisa membaca dan menulis Jawa,” katanya.


Baca Lainnya :

    Tidak hanya itu, PNS yang selama ini menjadi panutan masyarakat, secara langsung bisa mengajari dan paling tidak menjadi contoh di masyarakat terkait kemampuan dan pengetahuan membaca serta menulis akrasa Jawa.

    “Bahkan, nantinya papan nama setiap OPD akan tertulis dalam Bahasa Indonesia dan Aksara Jawa,” tuturnya.

    Kepala Kundha Kabudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono ketika membuka kegiatan ini berharap, peserta pelatihan menekuni kegiatan ini hingga akhir. Sebab menurutnya, banyak makna yang luhur dibalik aksara Jawa.

    “Makanya kami sebagai pihak yang diserahi untuk menumbuhkembangkan kebudayaan, terus menggali dan menghidupkan pola masyarakat Jawa yang selama ini seakan hilang,” ujarnya.

    Pihaknya memberikan contoh tentang unggah-ungguh dan budaya ngajeni, selama ini seakan sudah luntur. “Ini bukan hanya tugas kami, tetapi tanggungjawab kita semua,” tambahnya.

    Salah satu narasumber, Purwono mengaku bangga karena banyak peserta pelatihan yang merupakan PNS, masih ingat bahkan bisa membaca dan menulis akrasa Jawa.

    “Ini menjadi bekal utama, sehingga memudahkan pelatihan tingkat lanjutan,” kata Purwono yang juga pengarang buku Wasis Moco lan Nulis Jowo ini.

    Sedang Yulia, salah satu peserta kegiatan mengaku senang bisa mengikuti acara ini.

    “Karena selama ini, saya setiap harinya bekerja pada administrasi. Namun tiba-tiba mendapat pengetahuan tentang membaca dan menulis aksara Jawa. Ini sangat bagus karena nantinya bisa diterapkan sehari-hari di rumah,” kata pegawai Dinas Koperasi UKM Gunungkidul ini. (*)

     

     


    TAGS: aksara  jawa 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini