Pilkada Kota Yogyakarta, Krisma Eka Putra Mungkin Berpasangan dengan Afnan Hadikusumo

Afnan Hadikusumo merupakan tokoh senior Muhammadiyah yang diusung Partai Golkar menjadi Calon Walikota Yogyakarta.

Pilkada Kota Yogyakarta, Krisma Eka Putra Mungkin Berpasangan dengan Afnan Hadikusumo
Krisma Eka Putra. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Nama Krisma Eka Putra, anggota DPRD Kota Yogyakarta dan Muhammad Afnan Hadikusumo, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, kemungkinan akan berpasangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Yogyakarta 2024.

Keduanya dianggap merepresentasikan pemimpin yang dapat menyatukan seluruh unsur dan golongan masyarakat di Kota Yogyakarta.

Afnan Hadikusumo merupakan tokoh senior Muhammadiyah yang diusung Partai Golkar menjadi Calon Walikota Yogyakarta. Sedangkan Krisma Eka Putra merupakan anggota DPRD Kota Yogyakarta yang masih tergolong generasi muda.

Beberapa kelompok masyarakat melihat potensi besar jika generasi senior dan yunior dapat bekerja sama mengatasi tantangan dan membawa perubahan positif.

Namun demikian keputusan final mengenai pencalonan dan pasangan politik tetap menjadi diskusi para senior dan pimpinan partai. "Keputusan ini memerlukan perhitungan matang dan logis, mengingat kompleksitas dan dinamika politik," kata Krisma, Sabtu (8/6/2024).

Perhitungan logis

Dia mengingatkan, berandai-andai dalam politik dapat berisiko memicu perdebatan yang tidak produktif. Diskusi harus didasarkan pada data dan perhitungan logis.

"Ketika maju dalam pilkada, visi dan misi harus selaras. Mesin politik juga harus bekerja dengan baik dan semua ini didiskusikan dengan para senior," tambahnya.

Dengan komposisi pemilih milenial yang kini mencapai 60 persen, partai politik pun mempertimbangkan tokoh-tokoh muda.

Krisma, sebagai salah seorang generasi muda yang dikenal pintar dan adaptif siap mengikuti perintah dan mandat partainya untuk terus maju.

"Generasi muda kini sudah cerdas, mereka mampu melihat situasi dengan jelas dan mengambil keputusan yang tepat. Mereka terus belajar dan berkembang, menjadikan mereka aset berharga bagi partai politik," ujarnya. (*)