Peringati Hari Disabilitas, PAUD Assakinah Pituruh Gelar Edukasi

Banyak orang hebat di dunia ini lahir dari keterbatasan, karena mereka mampu menjadikannya kekuatan.

Peringati Hari Disabilitas, PAUD Assakinah Pituruh Gelar Edukasi
Achmad Luthfi Khakim memberikan motivasi di PAUD Assakinah Pituruh. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional setiap tanggal 3 Desember, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Assakinah Desa Brengkol Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, Senin (1/12/2025), menggelar kegiatan edukasi bertajuk Cerita Bareng Mas Luthfi.

Kegiatan dengan tema Semua Anak Itu Hebat, Anak Tercipta Istimewa sebagai Semangat Inklusi Tanpa Batas itu diisi narasumber Achmad Luthfi Khakim. Dia memberikan motivasi kepada para orang tua dan pendidik, agar memberikan ruang yang cukup untuk tumbuh kembang anak.

“Jangan minder untuk menjadi orang sukses meskipun memiliki keterbatasan. Banyak orang hebat di dunia ini yang justru lahir dari keterbatasan, karena mereka mampu menjadikannya kekuatan. Yang terpenting adalah semangat, pendampingan, dan keyakinan bahwa setiap anak bisa menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri,” kata Lutfhi.

Keberhasilan Luthfi juga tidak lepas dari dukungan keluarga terutama ayah ibunya. "Kedua orang tua saya tak henti-hentinya memberi semangat, membuat Luthfi terus menjalani pendidikan di sekolah umum. Ibu bahkan menggendongku untuk pergi dan pulang sekolah saat duduk di bangku SD," ungkap pria kelahiran 2 Mei 1995 itu.

Menerima takdir

Sementara ayahnya setia menjemputnya saat bersekolah di MTs dan SMK. Perjuangan tersebut menguatkan mental Luthfi dan menjadi landasan bagi tekadnya untuk tidak menyerah pada keadaan. "Dulu kalau sekolah ya diantar jemput sama orang tua," katanya, kepada koranbernas.id, Rabu (3/12/2025).

Allah SWT menciptakan manusia dengan segala kekurangan dan kelebihan. Hal tersebut dialami oleh Achmad Luthfi Khakim (29) penyandang disabilitas untuk ikhlas menerima takdir. Kaki Luthfi mengalami cacat sehingga dia harus berjalan menggunakan kruk atau alat bantu berjalan. Dengan segala kekurangan dia terus belajar dan tidak lelah mengejar cita-cita.

Pemuda asal Dukuh Wetan Desa Megulung Lor Kecamatan Pituruh Purworejo itu mengidap osteogenesis imperfecta atau yang lebih dikenal sebagai penyakit tulang rapuh. Luthfi telah mengalami lebih dari 20 kali patah tulang sepanjang hidupnya. Osteogenesis imperfecta merupakan kondisi langka yang membuat struktur tulangnya sangat lemah dan mudah patah, sehingga aktivitas fisiknya sangat terbatas.

Setelah lulus dari SMK, di tahun 2017 Luthfi menjalani bisnis servis komputer. Bisnisnya berkembang menjadi toko komputer. Rintisan bisnis yang dijalani membutuhkan kesuksesan. Keteguhannya mengolah keterbatasan fisik menjadi kesuksesan membawa Luthfi, dipercaya menjadi motivator. Dia sering menjadi pembicara di kalangan pelajar di wilayah Purworejo. (*)