Perajin Selongsong Ketupat bisa Meraih Penghasilan Sejuta Sehari

Perajin Selongsong Ketupat bisa Meraih Penghasilan Sejuta Sehari
Pembuat dan pedagang selongsong ketupat warga Karangpule. (nanang-w-hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN – Setiap menjelang Lebaran bagi belasan pembuat selongsong ketupat merupakan rezeki tahunan yang tidak terbilang sedikit. Seorang pembuat selongsong ketupat bisa mendapatkan penghasilan lebih dari sejuta sehari. 

Seperti diungkapkan Sunarto (63) dan Ahmad Nuryadin (32), bapak dan anak pembuat ketupat warga Desa Karangpule, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, sehari bisa menjual paling sedikit 1000 bush selongsong ketupat. 

Keluarga ini sejak Kamis (19/3/2026) pagi sudah menggelar dagangannya di Pasar Tumenggungan Kebumen. Mereka memilih tempat paling strategis di pasar itu, di pintu keluar-masuk pasar terbesar di Kota Kebumen.

Ahmad Nuryadin mengatakan hampir setiap menjelang Lebaran kegiatan membuat selongsong ketupat tidak pernah ditinggalkan. Seperti menjelang Lebaran kali ini, bersama istri dan anaknya yang masih balita menggelar dagangannya di Pasar Tumenggungan.

Sunarto mengungkapkan kebutuhan ketupat atau selongsong ketupat untuk usaha kuliner dipasok dari Karangpule. Di luar Lebaran, warga menjual ketupat dan memasok sejumlah pedagang makanan yang menunya tidak nasi, tapi ketupat. 

Pengamatan koranbernas.id pembuat dan pedagang selongsong ketupat menjelang Lebaran tidak hanya warga Karangpule. Nampak sejumlah pembuat selongsong ketupat dari Kecamatan Petanahan menjadi pesaing pembuat ketupat dari Karangpule. Harga selongsong ketupat di Pasar Tumenggungan berkisar Rp 1.000–Rp 1.500 per selongsong. (*)