Pemkab Sleman Ciptakan Iklim Investasi yang Ramah bagi Pelaku Usaha
Hingga triwulan III 2025 realisasi investasi mencapai Rp 4,21 triliun.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah bagi pelaku usaha.
Bahkan melalui DPMPTSP, Pemkab Sleman berhasil mencatatkan pertumbuhan investasi yang signifikan sepanjang tahun 2025.
"Hingga triwulan III 2025 realisasi investasi di Sleman mencapai Rp 4,21 triliun, naik 83,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 467,2 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 3,74 triliun," ungkap Triana kepada awak media di Sleman, Kamis (6/11/2025).
Menurut dia, kinerja investasi Sleman didukung oleh pelayanan perizinan yang cepat, penyederhanaan prosedur, serta dukungan regulasi yang pro-bisnis.
Semakin tertib
DPMPTSP Sleman menjadi ujung tombak pelayanan dan fasilitasi penanaman modal berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2024. Selain memperkuat pelayanan melalui sistem daring Sinom (Sistem Perizinan Online Sleman), DPMPTSP juga menyediakan berbagai inovasi seperti Layanan Mas Kliwon (OSS Keliling Kapanewon), Helpdesk OSS, Layanan Dispensasi PBG, hingga Peta Geospasial Perizinan.
Sebagai tindak lanjut dari amanat UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Pemkab Sleman melakukan penyederhanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) perizinan dan nonperizinan, yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sleman Nomor 81.1/KEP.KDH.A/2025.
“Langkah ini dilakukan agar pelayanan semakin tertib, efektif, dan efisien. Kini ada 72 jenis layanan izin dan non-izin yang telah disederhanakan, termasuk bidang kesehatan, tata ruang, pendidikan hingga lingkungan hidup,” kata Triana.
Hingga Oktober 2025, sebanyak 100.311 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah terbit melalui sistem OSS RBA, terdiri atas 98.759 NIB untuk usaha mikro kecil (UMK) dan 1.552 untuk usaha non-UMK.
Proyek prioritas
Capaian investasi tertinggi didominasi oleh sektor transportasi dan pergudangan, industri, perdagangan dan jasa serta pariwisata.
Sejumlah proyek prioritas juga sedang dikembangkan antara lain kawasan Watu Payung Sambirejo, pengembangan wisata glamping dan kerajinan. Kemudian, kawasan Wisata Buatan Berbasis Alam Sendangarum, dengan konsep agrowisata dan wisata keluarga.
Selanjutnya, Kampoeng Wisata Sumberagung yang menggabungkan edukasi hidroponik, taman bunga, dan wisata kuliner, Greenhouse Sumberrahayu sebagai wisata petik buah dan edukasi pertanian modern.
Meski dihadapkan tantangan seperti keterbatasan lahan investasi dan harga tanah yang tinggi, Sleman tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi daerah melalui strategi trust but verify, yaitu pembinaan usaha berbasis kepercayaan dengan pengawasan berkelanjutan.
Ekonomi lokal
“Kami berkomitmen terus menciptakan lingkungan usaha yang nyaman, transparan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” jelas Triana.
Dengan dukungan SDM unggul, infrastruktur memadai, serta kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha, Kabupaten Sleman diproyeksikan akan menjadi pusat investasi terdepan di DIY dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Nila Hastuti
