Pemkab Akui 47 Santri di Sleman Positif Corona
KORANBERNAS.ID,SLEMAN-- Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya membenarkan kabar 47 orang santri dari dua Pondok Pesantren (Ponpes) di Kapanewon Ngaglik dan Kapanewon Prambanan Sleman yang terkonfirmasi Covid-19.
"Di Ponpes Ngaglik berawal dari salah satu santri yang baru datang dari luar daerah," kata Harda, Rabu (30/9/2020) siang, kepada awak media.
Sekda menjelaskan dimulainya kegiatan pembelajaran Agustus lalu menjadi awal mula ditemukannya kasus Covid-19. Santri dari luar daerah yang mengalami gejala Covid-19 awalnya mengaku kehilangan fungsi indera penciuman dan perasa.
“Tapi (santri) tidak ngomong, akhirnya kemarin ada yang lapor ada tanda seperti itu kemudian semua dicek,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menjelaskan dua pesantren itu berlokasi di Kapanewon Ngaglik dan Prambanan sudah dilakukan skrining dan 47 orang santri dinyatakan positif.
"Ada 47 santri, enam orang santri ponpes di Prambanan dan 41 orang merupakan santri dari Ponpes Ngaglik," kata Joko.
Selanjutnya pihak Dinkes melakukan tracing kepada kontak erat kasus. Hasilnya ada puluhan santri yang harus menjalani swab test.
"Sehingga dilakukan tracing pada kontak erat pasien. Adapun hasilnya terdapat sekitar 50 peserta didik masih menunggu hasil swab test," tutur Kadinkes saat memberi paparan.
Joko menambahkan kendati ada kasus positif, namun hingga saat ini belum bisa disebut adanya klaster ponpes.
"Ini belum bisa disebut klaster karena baru kasus generasi kedua sebab sumber awal penularan dari luar," jelas Joko seraya menambahkan, pihaknya kemudian memberikan rekomendasi untuk menutup sementara area Ponpes mulai Selasa (29/9/2020) hingga lima hari ke depan.
"Adanya kasus ini Ponpes harus ditutup selama lima hari dan kami lakukan pembersihan lingkungan termasuk penyemprotan desinfektan selama lima hari berturut-turut pada area atau kawasan belajar," tandas dia.
Sejumlah santri di Ponpes Ngaglik juga telah melakukan isolasi mandiri. Pihak Ponpes melalui Satgas Covid-19 ponpes juga telah memisahkan santri positif sesuai gejala yang mereka alami.
Ponpes tersebut secara mandiri melakukan langkah tepat, karena ada dokter dan perawat di pesantren itu. Kemudian langkah yang diambil yaitu memisahkan antara yang sakit dan yang sehat di gedung yang berbeda.
"Dipastikan semua yang positif itu dipisah lagi sesuai gejala dan satgas Covid-19 pesantren mengawasi secara ketat. Santri itu diisolasi di gedung milik Ponpes dan di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Sleman," tambah Joko.
Kemudian untuk kasus di Ponpes daerah Prambanan, Joko menjelaskan semua telah dibawa ke rumah sakit. "Prambanan juga enam orang (santri) dan sudah ditangani dan dirawat di rumah sakit," ungkapnya.