Minggu, 17 Okt 2021,


pemeran-video-mandi-di-atas-motor-yang-melaju-akhirnya-menyesalPertemuan anggota Satlantas Polres Kebumen dengan pelaku mandi di atas motor yang berjalan. (istimewa)


nanang
Pemeran Video Mandi di Atas Motor yang Melaju Akhirnya Menyesal

SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Anggota Satuan  Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kebumen berhasil menemukan remaja pemeran mandi di atas sepeda motor dalam keadaan melaju yang diposting di dunia maya, beberapa waktu lalu.


Pelaku AR (16) warga Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kebumen itu masih duduk di bangku SMK swasta di Kebumen. Polisi mendatangi rumah orang tuanya dan bertemu dengan AR.

  • Dua Wisatawan Terseret Ombak Pantai Laguna
  • Angkringan Terbakar Hanya Sisakan Abu

  • Pelaku mengaku menyesal telah membuat video itu dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Ungkapan penyesalan disaksikan langsung tokoh masyarakat desa setempat dan orang tua AR.

    Saat membuat video berdurasi 26 detik yang diunggah pada  9 Desember 2019 pukul 18:46, AR tidak sendiri. Dia dibantu tiga teman lainnya.

  • LinkAja Dukung Konser Borobudur Nite
  • Ini Capaian Kinerja Polres Purworejo Tahun 2019

  • Ada yang bertugas merekam, menjadi model, bertugas membawa ember, hingga menentukan di mana tempat pengambilan videonya.

    Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan Rabu (1/1/2020) menjelaskan, setelah video itu  beredar di dunia maya, anggota Satlantas Polres Kebumen  melakukan penyelidikan siapa pemerannya.

    “Kita dapati informasi, mereka warga Kebulusan Pejagoan  hari Kamis, 19 Desember 2019 sekitar pukul 17:15, Satlantas bertemu dengan AR di rumah orang tuanya," kata Rudy.

    Dalam pembuatan video itu, orang tua AR mengaku tidak mengetahui sepeda motor yang dibawa anaknya tanpa izin akan digunakan untuk pembuatan video.

    "Aksi seperti ini sangat tidak baik dicontoh. Adegan seperti itu sangat berbahaya untuk diri sendiri ataupun orang lain. Apalagi itu dibuat di jalan umum," kata Rudy.

    AR selain diklarifikasi juga harus membuat surat pernyataan disertai materai. Anggota Satlantas memberikan pembinaan untuk tidak mengulang perbuatan yang sama.

    Sanksi sosial dari warganet dan ungkapan penyesalannya menjadi pertimbangan Satlantas Polres Kebumen, sehingga kasusnya tidak menjadi tindak pidana ringan pelanggaran lalu lintas.

    Kapolres Rudy  mengimbau masyarakat Kebumen tidak meniru perbuatan AR dan teman-temannya serta berhenti  mem-bully AR. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini