Selasa, 07 Des 2021,


pembelajaran-jarak-jauh-nyaris-tanpa-kendalaFoto bersama Sekda Purworejo Said Romadhon bersama Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan dan pengurus. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Pembelajaran Jarak Jauh Nyaris tanpa Kendala

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Pada saat pandemi Covid-19, pola baru pendidikan di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah (Jateng) nyaris tanpa kendala. Ini karena adanya kesiapan peranti dari Persatuan Guru Rebublik Indonesia (PGRI).


Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, kepada koranbernas.id, Kamis (25/11/2021), di Komplek Setda Kabupaten Purworejo usai upacara Peringatan Hari Guru Nasional mengatakan pembelajaran siswa secara online atau jarak jauh bisa teratasi.


“Saya sebagai Ketua PGRI kebetulan sudah menyiapkan pelatihan teknologi informasi (TI) untuk guru. Bersama Pusdatin sudah melatih 600  guru," jelas Gun, sapaan akrabnya.

PGRI sebagai mitra pemerintah yang menyiapkan pendidikan lebih hebat dengan terlebih dahulu menyiapkan guru berbasis TI. "Sampai saat ini PGRI sudah melatih lebih dari 50 persen guru se-Kabupaten Purworejo, dari total lebih dari 3.000 guru,” ucapnya.


Mengenai keterbatasan sinyal internet, kata dia, sudah ditopang oleh Paguyuban Kepala Desa atau kelurahan se-Kabupaten Purworejo. Pada setiap kantor desa atau kantor kelurahan dilengkapi jaringan internet.

"Guru maupun siswa yang membutuhkan layanan internet bisa merapat ke kantor desa atau kantor kelurahan masing-masing. Siswa yang tidak memiliki telepon pintar, kebetulan sebelum pandemi ada bantuan pemerintah melalui BOS Kinerja," jelasnya.

Melalui program BOS Kinerja, sekolah memiliki telepon pintar yang bisa dipinjam siswa.

Saat ini dalam Kabupaten Purworejo dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, sesuai Instruksi Bupati (Inbub) nomer 8720 tentang PPKM Level 2 Covid-19 di Kabupaten Purworejo, tertanggal 18 November 2021), dunia pendidikan boleh melakukan Pembelajaran Tatap Muka dengan kehadiran siswa 50 persen.

"Untuk siswa SD dan SMP di Kabupaten Purworejo rata-rata PTM dengan 50 persen jumlah murid. Selama PTM semua wajib taat protokol kesehatan (prokes) secara ketat," tambahnya.

Setiap SD dan SMP juga telah menyiapkan tempat cuci tangan di banyak tempat. "Siswa belajar di dalam kelas, posisi duduk satu bangku satu orang, sehingga jaraknya aman. Mereka bermasker, dan saat istirahat diam di tempat, tidak boleh keluar kelas," sebutnya.

Sekda Kabupaten Purworejo Said Romadhon ditemui usai upacara Hari Guru Nasional mengatakan guru tergolong pejabat publik yang mendapat prioritas divaksin Covid-19.

"Guru, ASN, TNI dan Polri merupakan pejabat publik yang mendapat prioritas vaksinasi Covid-19. Guru adalah garda terdepan pendidikan, saat bertemu siswa," jelas Sekda.

Menurut Said, siswa yang berumur 12 tahun ke atas juga mendapat prioritas vaksinasi. "Capaian vaksinasi pelajar berusia 12 tahun ke atas sudah 70 persen, untuk kesiapan Pembelajaran Tatap Muka," kata dia.

Capaian vaksinasi secara umum di Kabupaten Purworejo 59 persen per Kamis (25/11/2021). "Kita optimistis sebentar lagi capaian vaksinasi bisa 70 persen. Ada kendala serapan vaksinasi, karena stok vaksin minggu depan habis," ujarnya.

Said berharap distribusi vaksin ke Purworejo lancar sehingga vaksinasi bisa kembali digenjot. "Pada HGN kali ini saya berpesan para guru untuk tetap sebagai pelopor dan panutan penanganan Covid-19 dan vaksinasi di Purworejo," harapnya. (*)


TAGS: PGRI  Purworejo 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini